Kompas.com - 04/01/2015, 09:45 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan areal persawahan berundak di Tegallalang, Gianyar, Bali, Jumat (5/12/2014). Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2014 ditargetkan 3,5 juta orang. Hingga Agustus 2014, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali 2,5 juta orang. KOMPAS/HERU SRI KUMOROWisatawan menikmati pemandangan areal persawahan berundak di Tegallalang, Gianyar, Bali, Jumat (5/12/2014). Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2014 ditargetkan 3,5 juta orang. Hingga Agustus 2014, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali 2,5 juta orang.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Wisatawan mancanegara (wisman) yang menikmati liburan di Bali periode Januari-November 2014 mencapai 3,41 juta orang, naik 14,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 2,97 juta orang.

"Pelancong sebagian besar datang melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negara mereka, hanya 28.644 orang di antaranya lewat pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panusunan Siregar di Denpasar, Jumat (2/1/2015).

Dia mengatakan, Pemprov Bali menargetkan kunjungan wisman sebanyak 2,9 juta orang hingga akhir tahun 2014. Dengan pencapaian tersebut, berarti sudah melampaui sasaran, belum termasuk kunjungan dalam bulan Desember 2014.

Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, sembilan negara di antaranya mengalami peningkatan signifikan dan satu negara yakni Taiwan yang menurun dari 119.705 orang selama periode Januari-November 2013 menjadi 106.850 orang kurun waktu yang sama 2014.

Sembilan negara lain yang masyarakatnya semakin banyak datang ke Bali adalah Australia sebanyak 895.069 orang, meningkat 18,70 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 754.049 orang.

JOKO DWI CAHYANA Wisatawan di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.
Australia mampu memberikan kontribusi sebesar 26,18 persen dari total wisman yang berlibur ke Pulau Dewata, kemudian Tiongkok yang memasok 539.371 orang melonjak 49,28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 361.311 orang.

Panusunan melanjutkan, wisatawan asal Malaysia menempati peringkat ketiga meningkat 14,87 persen dari 172.487 orang pada sebelas bulan pertama 2013 menjadi 198.133 orang pada periode yang sama 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jepang memasok 195.541 orang meningkat 1,64 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 192.389 orang, Singapura 155.892 orang, Korea Selatan 132.218 orang, Perancis 121.471 orang dan Inggris 116.800 orang, Taiwan 106.850 orang dan Amerika Serikat 100.414 orang," tambah Panusunan Siregar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.