Kompas.com - 04/01/2015, 12:15 WIB
EditorI Made Asdhiana
AWAL Desember 2014, suhu udara minus 10 derajat celsius di Seoul, Korea Selatan, tak mampu menghadang langkah kami mengunjungi demilitarized zone yang terletak di Desa Panmunjom, Provinsi Gyeonggi. Sebuah desa yang kini kosong penduduk dan menjadi saksi terbelahnya Korea menjadi Korea Selatan dan Korea Utara.

Di desa Panmunjom inilah ditandatanganinya perjanjian Gencatan Senjata Korea pada 1953.

Kami 18 wartawan dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Brunei mendapat kesempatan berkunjung ke demilitarized zone (DMZ) di Desa Panmunjom ini atas undangan Korea Foundation. Kami harus diingatkan untuk membawa paspor dan berpakaian rapi.

Kenapa harus membawa paspor? Karena identitas pengunjung atau turis yang memasuki area DMZ tersebut harus cocok dengan yang ada di dalam daftar. Setelah urusan pendaftaran selesai, kami memasuki bus menuju Panmunjom dengan waktu tempuh 1 jam perjalanan yang letaknya 53 km di sisi barat laut Seoul. Sementara dari Pyongyang, ibu kota Korea Utara, DMZ Panmunjom berjarak 215 km.

Dicek lagi

Begitu tiba di DMZ Panmunjom, pemandu wisata kami yang lebih senang dipanggil ”Honey”—karena nama Koreanya agak sulit disebut—mengatakan, di tempat ini ia tak lagi bisa apa-apa. Semua yang akan kami lakukan akan dipandu atau diarahkan tentara Korea Selatan atau tentara Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas di DMZ tersebut. Honey juga menjelaskan bahwa kami tak diperkenankan mengambil foto sesuka hati. Ia akan memberi tahu kami di lokasi mana saja kami boleh memotret.

Tak lama kemudian, seorang tentara Korea Selatan menaiki bus dan mengecek paspor kami untuk dicocokkan dalam daftar turis. Setelah itu bus mengarah ke sebuah gedung yang merupakan tempat untuk mempresentasikan apa sebenarnya DMZ tersebut. Di sebelah ruang presentasi dijual berbagai macam suvenir, seperti mata uang Korea Utara, baju tentara, kaus, ginseng wine khas Korea Utara, kartu pos, dan miniatur kendaraan perang.

Setelah itu kami diajak ke perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Di perbatasan itu ada joint security area yang dibangun di tengah-tengah DMZ. Jarak 1 km di kiri dan kanan perbatasan merupakan area bebas senjata.

Tempat perundingan

Ketika kami tiba di gedung besar dan melihat tiga bangunan kecil berwarna biru tepat di perbatasan dua negara, Honey memberi tahu jika nanti di sana kami boleh memotret. Ternyata bangunan biru tersebut merupakan tempat perundingan antara Korea Utara-Korea Selatan dan Amerika Serikat. Di dalam bangunan itulah mereka berunding. Batas negara di dalam bangunan biru itu terletak tepat di atas meja perundingan tempat mikrofon ditempatkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengibaran Bendera Bawah Laut Akan Digelar di Sea World Ancol

Pengibaran Bendera Bawah Laut Akan Digelar di Sea World Ancol

Travel Update
Festival Perahu dan 'Dokter Terbang' di Keakwa Papua untuk HUT ke-77 RI

Festival Perahu dan "Dokter Terbang" di Keakwa Papua untuk HUT ke-77 RI

Travel Update
Kereta Bandara Yogya Layani 24 Perjalanan Per Hari, Mulai 17 Agustus

Kereta Bandara Yogya Layani 24 Perjalanan Per Hari, Mulai 17 Agustus

Travel Update
Pantai Dermaga Borong Jadi Tempat Pengibaran 77 Bendera Merah Putih

Pantai Dermaga Borong Jadi Tempat Pengibaran 77 Bendera Merah Putih

Travel Update
Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket dan Jam Buka

Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket dan Jam Buka

Travel Tips
5 Baju Adat Jokowi Saat Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI

5 Baju Adat Jokowi Saat Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI

Jalan Jalan
5 Tips Wisata ke Pop Art Jakarta 2022 Senayan Park, Pakai Baju Putih

5 Tips Wisata ke Pop Art Jakarta 2022 Senayan Park, Pakai Baju Putih

Travel Tips
Festival Golo Koe Tampilkan The New Labuan Bajo kepada Dunia

Festival Golo Koe Tampilkan The New Labuan Bajo kepada Dunia

Travel Update
Festival Golo Koe Labuan Bajo NTT Akan Jadi Acara Tahunan

Festival Golo Koe Labuan Bajo NTT Akan Jadi Acara Tahunan

Travel Update
Meluruskan Kebijakan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo

Meluruskan Kebijakan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo

Travel Update
Jokowi Pakai Baju Adat Bangka Belitung Saat Pidato Kenegaraan

Jokowi Pakai Baju Adat Bangka Belitung Saat Pidato Kenegaraan

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Simak 5 Promo Wisata Gratis untuk Pemilik Nama Agus

HUT Ke-77 RI, Simak 5 Promo Wisata Gratis untuk Pemilik Nama Agus

Travel Promo
Visa Turis Bisa untuk Umrah, Tak Berlaku bagi Jemaah Indonesia

Visa Turis Bisa untuk Umrah, Tak Berlaku bagi Jemaah Indonesia

Travel Update
7 Mobil Kepresidenan Parkir di Lobi Sarinah, Bisa Foto Bareng

7 Mobil Kepresidenan Parkir di Lobi Sarinah, Bisa Foto Bareng

Travel Update
Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.