Kompas.com - 06/01/2015, 15:04 WIB
Sejumlah jeep mengantar wisatawan di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2011). Setelah sempat sepi wisatawan selama kurang lebih 6 bulan akibat erupsi Gunung Bromo, Pariwisata di kawasan ini kembali hidup. Untuk menyewa jeep wisatawan harus mengeluarkan biaya Rp 450.000. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSejumlah jeep mengantar wisatawan di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2011). Setelah sempat sepi wisatawan selama kurang lebih 6 bulan akibat erupsi Gunung Bromo, Pariwisata di kawasan ini kembali hidup. Untuk menyewa jeep wisatawan harus mengeluarkan biaya Rp 450.000.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
CERITA mengenai pesona Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur yang selama ini hanya disaksikan melalui layar televisi maupun media cetak, membuat Yulsi Herawati (36), warga Bekasi, Jawa Barat, merasa penasaran.

Karena itu ia nekat memboyong kedua putrinya yang masih SD untuk berlibur sambil berpetualang ke salah satu daerah tujuan wisata andalan Jawa Timur yang terletak di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang itu pada akhir Desember lalu.

Keinginan untuk berwisata ke alam terbuka tersebut semakin kuat setelah kedua anaknya, Asyilla (11) dan Clarissa (7) juga merengek-rengek minta liburan ke Bromo setelah melihat keindahan Bukit Telettubbies dalam sebuah tayangan televisi. Dinamakan Bukit Teletubbies karena memang mirip dengan bukit-bukit hijau seperti dalam cerita anak-anak di televisi yang sangat digemari anak-anak.

Setelah berselancar mencari informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan Bromo melalui berbagai situs wisata, wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SMK di Bekasi itu pun memutuskan untuk berangkat dengan mobil pribadi dengan alasan bisa menikmati perjalanan.

Karena sang suami yang seorang pengusaha tidak bisa mendampingi, wanita asal Payakumbuh, Sumatera Barat, itu pun mengajak saudara agar bisa bergantian menyetir karena perjalanan yang harus ditempuh dari Bekasi sampai ke Bromo serta kota-kota lainnya di Pulau Jawa tidak kurang dari dari 2.000 Km.

Segala sesuatunya pun disiapkan secara matang, mulai dari perlengkapan baju untuk mengusir udara dingin, sepatu khusus untuk naik gunung, penutup kepala, sarung tangan, jas hujan, senter dan obat-obatan.

Setelah menempuh perjalanan selama lebih dari 20 jam dari Bekasi melewati rute jalur selatan Pulau Jawa, Yulsi dan rombongan yang terdiri atas tujuh orang, tiga di antaranya anak-anak, akhirnya sampai siang hari di Bromo dan langsung istirahat di hotel yang sudah dipesan jauh-jauh hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petualangan sebenarnya baru akan dimulai dini hari, yaitu ketika mereka dibangunkan oleh pemandu wisata atau pemilik hotel pada pukul 03.00 WIB, saat mereka harus berangkat menuju Bukit Penanjakan. Bukit Penanjakan adalah tujuan pertama dari rangkaian tur keliling Bromo karena di sanalah tempat paling ideal untuk menyaksikan matahari terbit dari ufuk timur.

Konsep wisata ke Gunung Bromo sama sekali berbeda dengan yang dibayangkan oleh masyarakat awam, dimana pendaki harus bersusah payah mendaki gunung terjal dan berbatu dengan berjalan kaki untuk mencapai puncak.

Di Bromo, pengunjung akan diantar ke Bukit Penanjakan setinggi 2.700 meter di atas permukaan laut dengan jip hardtop, melalui jalan kecil yang sudah beraspal. Demikian pula saat menikmati objek lain di kawasan taman nasional Bromo, seperti Pasir Berbisik, Padang Savannah dan Bukit Telettubbies.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.