Indonesia Promosikan Ekowisata di Norwegia

Kompas.com - 06/01/2015, 20:05 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan areal persawahan berundak di Tegallalang, Gianyar, Bali, Jumat (5/12/2014). Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2014 ditargetkan 3,5 juta orang. Hingga Agustus 2014, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali 2,5 juta orang. KOMPAS/HERU SRI KUMOROWisatawan menikmati pemandangan areal persawahan berundak di Tegallalang, Gianyar, Bali, Jumat (5/12/2014). Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2014 ditargetkan 3,5 juta orang. Hingga Agustus 2014, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali 2,5 juta orang.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
LONDON, KOMPAS.com -Indonesia akan kembali mempromosikan ekowisata dalam "Reiselivsmessen 2015", ajang pameran pariwisata terbesar di Norwegia, yang akan berlangsung di Telenor Arena, Oslo dari 9 hingga 11 Januari.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto di Oslo mengatakan, dalam pameran yang dihelat akhir pekan yang diikuti lebih dari 100 negara itu, KBRI Oslo mempromosikan ekowisata dan industri kreatif berkelanjutan, demikian Sekretaris Dua KBRI Oslo, Dyah Wisnu Kusumawardani kepada Antara London, Senin (5/1/2015).

Dubes Yuwono A. Putranto mengatakan di Oslo fokus ini sangat relevan, tidak hanya karena ketertarikan wisman Norwegia terhadap wisata dan produk alam, namun juga memberikan wadah diseminasi informasi yang pas atas sikap kritis publik terhadap isu-isu pelestarian lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat adat.

Untuk anjungan Indonesia seluas 36 meter persegi, akan ditampilkan video, brosur, paket wisata dan informasi lainnya mengenai ekowisata di antaranya di Subak Bali, Jalur Tenun Timor, Kawasan Ekosistem Laut Tamrau di Papua Barat, Desa Sawai di Kawasan Penyangga Taman Nasional Manusela di Maluku, dan Pesantren Ekologi At-Tariq di Garut.

Dubes Yuwono mengatakan untuk mempromosikan industri kreatif, Indonesia akan memamerkan beberapa kreasi masyarakat adat seperti tenun sumba, anyam-anyaman, madu alam, dan beberapa varian kopi arabika.

Dikatakannya keberhasilan KBRI Oslo dalam menghimpun materi pameran tidak terlepas dari peran teman-teman LSM di tanah air yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup.

"Selama hampir satu tahun terakhir, kita menggandeng Rekam Nusantara & Indonesia Nature Film Society (INFIS) dan Daemeter berkeliling nusantara mengumpulkan bahan," katanya.

Dubes Yuwono berkeinginan melalui partisipasi dalam pameran ini, maka wisata Indonesia akan terus berada dalam radar ingatan masyarakat Norwegia. Potensi dan pengeluaran masyarakat Norwegia untuk berwisata sangat tinggi, untuk itu harus terus menggalakkan berbagai upaya promosi.

Sementara itu koordinator pameran, Sekretaris Pertama KBRI Oslo Hartyo Harkomoyo menuturkan, partisipasi Indonesia kali ini mendapatkan tiga keistimewaan. Pertama, Indonesia menempati lokasi strategis dekat dengan panggung utama.

Ke dua, Indonesia mendapatkan kesempatan pertama untuk melakukan presentasi dalam ajang Bussiness to Bussiness. Indonesia akan membawa presentasi bertema "Exploring the Survival Genius of Ethnic Cultural and Ethnical Shopping for Life in Indonesia."

Ketiga, Indonesia juga diminta untuk menampilkan kesenian dengan tarian Dayak asli dari peserta Kalimantan, tarian anak-anak Indonesia di Norwegia dan musik angklung, demikian Hartyo.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Travel Tips
Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Jalan Jalan
Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Jalan Jalan
Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Jalan Jalan
Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Jalan Jalan
Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Jalan Jalan
Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Whats Hot
Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Whats Hot
Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Whats Hot
Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Whats Hot
Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Whats Hot
Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X