Kompas.com - 14/01/2015, 12:45 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
TUBAN, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menghadiri acara The Inaguration of The Beijing-Denpasar vv. Non Stop Service dalam rangka penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Denpasar-Beijing di Bandara Ngurah Rai, Bali. Menpar menargetkan angka 2 juta untuk kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali pada tahun 2015.

“Dipilihnya Bali sebagai program jangka pendek oleh Garuda Indonesia merupakan langkah yang sangat tepat. Bali merupakan destinasi pariwisata utama di Indonesia, sedangkan Tiongkok memiliki outbond tourist terbesar di dunia,” kata Arief Yahya, di Tuban, Bali, Selasa (13/1/2015).

Menurut Menpar, Bali merupakan destinasi pariwisata utama di Indonesia, sedangkan Tiongkok memiliki outbond tourist terbesar di dunia. Selain itu jika dilihat dari komponen destinasi pariwisata, Bali telah memiliki ketiga faktor pendukung yaitu, keindahan alam, fasilitas infrastruktur penunjang serta fasilitas akses pariwisata.

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta juga menyambut kedatangan penumpang yang tergabung dalam penerbangan langsung (direct flight) perdana Garuda Indonesia rute Denpasar-Beijing.

KOMPAS IMAGES/DINO OKTAVIANO Tarian Kecak di pelataran Pura Uluwatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/12/2014).
Direct flight ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dari Tiongkok ke Pulau Dewata. Pembukaan rute baru ini diyakini berimbas pada peningkatan ekonomi kreatif masyarakat Bali,” kata Sudikerta.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, M Arif Wibowo menyampaikan bahwa pembukaan rute baru ini merupakan program jangka pendek. Ke depan, pasar Tiongkok juga akan dilaksanakan dengan membuka penerbangan carter dari kota-kota  seperti Chengdu, Chongqing, Kunming, Junan, Harbin, Xian, Shenyang, Chongzuo dengan tujuan Denpasar dan Manado mulai bulan Februari/Juli 2015. Oleh karena itu, Garuda sangat memerlukan slot-slot untuk penerbangan carter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.