Garuda Indonesia Terbang Perdana Beijing-Denpasar "Nonstop"

Kompas.com - 14/01/2015, 16:18 WIB
Kota Terlarang di Beijing, Tiongkok. ShutterstockKota Terlarang di Beijing, Tiongkok.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
BEIJING, KOMPAS.com - Maskapai Garuda Indonesia pada Selasa (13/1/2014) memulai penerbangan reguler Beijing-Denpasar tanpa henti atau "nonstop" menggunakan armada pesawat Airbus 330-200.

Pesawat Garuda Indonesia Beijing-Denpasar pada Selasa (13/1/2014), tinggal landas dari Bandara Internasional Capital Beijing pada pukul 06.30 waktu setempat dan diperkirakan tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar pukul 14.35 WITA.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan penerbangan reguler Beijing-Denpasar nonstop merupakan langkah awal untuk memperluas layanan penerbangannya di Tiongkok.

"Indonesia dan Tiongkok telah memiliki hubungan serta sejarah yang panjang, dan Garuda Indonesia turut mempererat hubungan tersebut dengan membuka rute pertama yakni Jakarta-Guang Zhou pada Desember 2001, dan makin memperluas kerja sama kedua negara terutama di bidang perdagangan, investasi, pariwisata serta sosial budaya," tuturnya.

Setelah Jakarta-Guang Zhou, Garuda Indonesia makin memperluas pasarnya di Tiongkok daratan dengan membuka penerbangan reguler Jakarta-Beijing, dan Jakarta-Shanghai. "Dan kini kami membuka penerbangan reguler Beijing-Denpasar," ujar Arif.

Tiongkok sebagai kekuatan kedua terbesar ekonomi dunia dengan pertumbuhan rata-rata tujuh persen, telah pula mendorong banyaknya warga Negeri Panda itu melakukan perjalanan wisata ke mancanegara, hingga mencapai 100 juta per tahun.

"Perkembangan tersebut mendorong Garuda Indonesia untuk menjadikan Tiongkok sebagai salah satu pasar utama. Pada kuartal pertama 2014 Garuda Indonesia melayani sekitar 400 ribu orang ke Tiongkok, dan tingkat isian Garuda Indonesia dari Tiongkok rata-rata mencapai 70 persen," ungkap Arif.

Kepada Antara ia mengatakan, dipilihnya Beijing sebagai awal untuk penerbangan reguler nonstop ke Denpasar, dikarenakan 80 persen turis dari Beijing melancong ke Bali.

"Jika rute ini menunjukkan perkembangan yang positif maka tidak menutup kemungkinan akan dibuka pula penerbangan nonstop dari Shanghai atau Guang Zhou," ungkap Arif.

Penerbangan reguler Beijing-Denpasar akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu pekan, sedangkan Beijing-Jakarta akan dilayani empat kali sepekan.

Dengan penambahan rute penerbangan reguler Indonesia-Tiongkok tersebut, diharapkan akan semakin memberikan kontribusi positif untuk mempererat hubungan serta kerja sama kedua negara, ucapnya.

Penerbangan perdana tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo, dan Direktur Operasional Bandara Internasional Capital Beijing Wen Wu, di depan gerbang "on board" terminal 2 Bandara Internasional Capital, Beijing, sesaat sebelum penumpang naik pesawat.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X