Kompas.com - 15/01/2015, 14:28 WIB
Kelenteng Kung Fuk Miau di Muntok, Bangka Barat, Bangka Belitung. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROKelenteng Kung Fuk Miau di Muntok, Bangka Barat, Bangka Belitung.
EditorI Made Asdhiana
MUNTOK, KOMPAS.com - "Home Stay Fair" (HSF) atau pertemuan para pelaku usaha rumah singgah se-Asia Tenggara yang akan digelar di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan menjadi momentum awal kebangkitan sektor pariwisata di daerah itu.

"Kami yakin kesuksesan kegiatan internasional pertama yang akan diselenggarakan di Bangka Barat, pada awal September 2015 itu bisa menjadi titik awal dimulainya sektor pariwisata di daerah itu," ujar Kepala Seksi Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan dan Informatika Kabupaten Bangka Barat, Rahadiyan di Muntok, Selasa (13/1/2015).

Demi kesuksesan tersebut, Rahadiyan mengharapkan seluruh warga di daerah itu mampu memanfaatkan kegiatan tersebut dengan ikut berpartisipasi di dalamnya. "Beri pelayanan maksimal kepada para tamu agar mereka nyaman dan betah tinggal berlama-lama, kesan itu penting untuk dijadikan modal membangun pariwisata," katanya.

Selain menjadi pelayan, menurut Rahadiyan, banyaknya peserta dan tamu yang akan hadir di daerah itu juga harus ditangkap untuk dijadikan peluang membuka ekonomi baru. "Masyarakat harus jeli membaca karakter para tamu yang akan hadir, baik dari sisi kebutuhan harian mereka maupun apa yang akan mereka bawa dari daerah itu," ucapnya.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Salah satu sudut Muntok.
Dia menerangkan, pada kegiatan HSF 2015 yang akan digelar selama empat hari tersebut ada banyak peluang yang bisa ditawarkan, seperti kebutuhan makan, hiburan, pernak-pernik, jasa transportasi sampai oleh-oleh yang akan mereka bawa. "Kami berharap masyarakat tanggap dan menangkap peluang tersebut, jangan sampai mereka tidak membawa kesan apa-apa dari Bangka Barat," katanya.

Rahadiyan berharap digelarnya HSF 2015 akan mampu membuka peluang usaha baru di daerah yang selama ini masyarakatnya banyak menggantungkan dari sektor pertambangan timah tersebut. "Kami berharap ke depan pariwisata bisa menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat, untuk itu sebagai langkah awal kita wajib ikut berperan dalam menyukseskan HSF 2015," katanya.

HSF 2015 merupakan kegiatan yang difasilitasi Kementerian Pariwisata yang akan diikuti perwakilan dari 10 negara se-Asia Tenggara dan perwakilan seluruh provinsi di Indonesia. Pada kegiatan itu akan digelar berbagai kegiatan seperti seminar usaha rumah singgah dan pariwisata, seminar pengelolaan kota tua, pameran dan berbagai hiburan.  Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.