Kompas.com - 17/01/2015, 08:41 WIB
Anggota Jogja Astro Club tengah mengamati fenomena alam gerhana matahari sebagian yang terlihat dari Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (10/5/2013). Gerhana matahari sebagian tersebut berlangsung mulai pukul 05.58 WIB hingga pukul 06.25 WIB. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Anggota Jogja Astro Club tengah mengamati fenomena alam gerhana matahari sebagian yang terlihat dari Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (10/5/2013). Gerhana matahari sebagian tersebut berlangsung mulai pukul 05.58 WIB hingga pukul 06.25 WIB.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Ajakan PATA Indonesia Chapter (PIC) pada kota-kota Indonesia yang akan dilintasi Gerhana Matahari Total (GMT) agar memanfaatkannya menjadi momen pariwisata nampaknya mendapatkan sambutan yang cukup baik dari beberapa kepala daerah yang diundang untuk berdiskusi bersama.

“Kalau sebelumnya Palu yang begitu bersemangat, kali ini semangatnya tambah lagi dari kota-kota lainnya, yaitu Belitung, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, dan Bengkulu,” ujar CEO PIC, Poernomo Siswoprasetijo usai diskusi GMT 2016 bersama beberapa kepala daerah di Jakarta, Kamis (15/1/2014).

Poernomo bersyukur karena kesempatan langka ini akhirnya mendapat sambutan baik dari perwakilan daerah yang hadir hari itu. Saat itu, diskusi dihadiri oleh 5 perwakilan daerah, diantaranya Belitung, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan dan Bengkulu. Pertemuan hari itu menghasilkan beberapa rencana kerja sama promosi pariwisata menyambut GMT, 9 Maret 2016. 

 “Mereka cukup antusias, bahkan ada dari mereka yang sebelumnya tidak tahu kalau Maret 2016 ini ada momen langka seperti ini. Palembang misalnya, mereka baru tahu kalau kota mereka akan dilalui oleh GMT dan langsung antusias untuk ikut mempersiapkan momen ini,” tambahnya.

Berbeda dengan Palembang, perwakilan daerah dari Belitung nampak sudah tahu lebih dulu. “Ya, kami sudah tahu lebih dulu. Bahkan kami sudah mulai bersiap-siap menyambut GMT ini. Di Belitung, GMT akan melalui Tanjung Pandan, bandara internasional sedang ditunggu izin operasionalnya, kami juga sedang medekati calon investor untuk menambah fasilitas hotel,” sambung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Bangka Belitung, KA Tajuddin.

Begitupun beberapa perwakilan kota lainnya, mereka mengaku cukup antusias dengan hasil diskusi ini. "Semua yang hadir sepakat ingin bekerja sama dengan kami, mereka juga akan lekas bersiap-siap menyambut GMT ini. hanya Ternate yang belum berhasil kami hubungi untuk ikut berdiskusi, semoga akan ada sambutan baik pula dari sana (Ternate). Prediksinya, GMT terlama dan yang paling total di sana," ujar Poernomo lagi.

AP PHOTO / The Oklahoman, Sarah Phipps Seekor burung terbang dengan latar belakang gerhana matahari parsial di Danau Hefner, Oklahoma City, 23 Oktober 2014.

Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Prof Dr Thomas Djamaluddin pada 24 April 2014 saat mengumumkan GMT menyatakan bahwa peristiwa langka ini belum dapat disaksikan kembali dalam 40 tahun ke depan setelah terjadi pada 1986 lampau. Lalu, PATA Indonesia Chapter sebagai badan promosi pariwisata dunia berusaha menggandeng pemerintah daerah, industri pariwisata, dan Kementerian Pariwisata  untuk mempromosikan momen GMT sebagai sebuah ajang wisata. Peluangnya tentu saja bukan saja wisatawan nusantara, tapi juga wisatawan mancanegara mengingat wisata gerhana menjadi hal lazim di dunia pariwisata, terutama luar negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saat ini kalau di luar negeri, agen perjalanan wisata yang menawarkan tur gerhana matahari sangat menjamur. Untuk Indonesia memang masih menjadi hal yang baru, tapi tetap harus aware. Dengan momen ini, destinasi wisata di Indonesia bisa lebih dikenal lagi. Kami harap dengan antusiasme yang begitu besar dari kota-kota ini, mereka bisa lebih mempersiapkan agar momen ini tak jadi sia-sia,” tutup Poernomo.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.