Pusat Bantu Benahi Obyek Wisata di Ternate

Kompas.com - 17/01/2015, 12:33 WIB
Ilustrasi: Lanskap Batu Angus di kaki Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara, Kamis (5/7/2012). Batu Angus merupakan bongkahan lava kering dari letusan Gunung Gamalama ratusan tahun lalu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi: Lanskap Batu Angus di kaki Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara, Kamis (5/7/2012). Batu Angus merupakan bongkahan lava kering dari letusan Gunung Gamalama ratusan tahun lalu.
EditorI Made Asdhiana
TERNATE, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) menyebutkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membantu pembenahan Obyek Wisata Batu Angus di daerah itu agar semakin menarik dikunjungi wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate, Anas Conoras di Ternate, Kamis (15/1/2015), mengatakan pembenahan yang akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di obyek wisata andalan Kota Ternate tersebut difokuskan pada pembuatan tata ruang serta pengadaan sejumlah infrastruktur penunjangnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tertarik membantu membenahi Obyek Wisata Batu Angus karena obyek wisata yang terletak di Ternate Utara tersebut sangat khas yakni berupa bekas erupsi Gunung Gamalama pada ratusan tahun silam, yang sulit ditemukan di daerah lain.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Wisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas.
Menurut Anas, dana yang akan dialokasikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pembenahan Obyek Wisata Batu Angus tersebut belum diketahui, namun kemungkinan dilaksanakan pada 2015 karena sudah masuk dalam program kementerian itu pada anggaran 2015.

Selain pembenahan Obyek Wisata Batu Angus, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat juga akan membantu membenahi sejumlah obyek wisata lainnya di Kota Ternate. Namun pelaksanaannya secara bertahap karena akan disesuaikan dengan alokasi anggaran yang dimiliki kementerian itu.

Anas memaparkan, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat sejak 2014 juga membiayai revitalisasi Benteng Orange di Kota Ternate sebagai upaya mendukung pelestarian cagar budaya peninggalan masa kolonial di daerah yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah sejak zaman dahulu.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Abdi dalem Keraton Ternate di Keraton Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (3/7/2012). Keraton ini dibangun oleh Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 November 1810 terletak diatas Bukit Limau Santosa.
Revitalisasi Benteng Orange dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bangunan benteng, bangunan pendukung dalam kawasan benteng, seperti rumah bekas kediaman Gubernur Jenderal VOC sampai pada penataan lingkungan sekitarnya.

Sejumlah benteng peninggalan kolonial lainnya di Kota Ternate, seperti Benteng Kastela, Benteng Tolucco, Benteng Kalamata dan Benteng Kota Janji, juga telah diprogramkan revitalisasinya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Namun belum dipastikan kapan pelaksanaannya," tambah Anas Conoras.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X