Kompas.com - 17/01/2015, 16:12 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

HUJAN mengguyur deras ketika saya hendak memulai pendakian ke danau Gunung Tujuh (2.732 m), yang berada di sebrang Gunung Kerinci (3.800 m). Kawasan Gunung Tujuh dipisahkan oleh jalan raya yang menghubungkan Sungai Penuh—ibu kota Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi—dengan Muara Labuh, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.

Kami pun berteduh sebentar di Pos Taman Nasional Kerinci Seblat yang juga sekaligus gerbang pendakian. Karena waktu terbuang itu, kami berjalan agak cepat melalui jalur baru dengan kemiringan lebih curam, mencapai lebih dari 60 derajat. Mengejar sampai sebelum senja.

Kami tak heran berbasah-basah, karena dalam ransel kami masing-masing juga para porter terdapat sekita 20 kamera penjebak yang akan dipasang disebelang danau.

Saat itu, saya tengah mendampingi Profesor Peter Tse dan kawan-kawan untuk mencari tahu kehadiran “orang pendek” yang melegenda di kawasan Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh.

Tak sampai tiga jam kami sudah berdiri di atas danau, di ujung jalan setapak dan terkagum akan indahnya pemandangan. Jalan setapak menurun tajam harus dilalui untuk mencapai tepi Danau Gunung Tujuh. Di tempat inilah, terlihat keajaiban alam. Sebuah danau dengan panjang sekitar 4 km dan lebar 3 km membentang di depan mata.

Kegerahan karena keringat ditambah rintik-rintik hujan, kami pun segera menikmati air danau dengan merenanginya. Tak disangka, airnya terasa hangat dibandingkan dinginnya hujan yang tercurah dari langit.

Menjelang malam, suasana hangat itu makin terasa, saat purnama muncul di balik Gunung Tujuh. Sebuah pemandangan yang tak lekang dari ingatan.

Esok paginya, kami menyeberanginya dengan sampan. Mencari-mencari tahu keberadaan legenda kawasan ini.

(Tantyo Bangun. Artikel ini pernah dimuat dalam Majalah National Geographic Traveler)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.