Kompas.com - 19/01/2015, 09:06 WIB
Pulau Burung, Batu-batu granit tersusun unik menyerupai kepala burung, Sabtu (07/06/2014) KOMPAS.com/SRI NOVIYANTIPulau Burung, Batu-batu granit tersusun unik menyerupai kepala burung, Sabtu (07/06/2014)
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Fenomena langka Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi 9 Maret 2016 membuat beberapa kota yang akan dilintasi bersiap-siap membangun diri. Pasalnya, momen tersebut berpotensi menjadi momen pariwisata yang diincar para wisatawan mancanegara. Belitung salah satunya, kota ini mulai bebenah diri mempersiapkan momen tersebut.

“GMT diperkirakan akan melintasi Tanjung Pandan, Belitung. Kami sadar, momen ini akhirnya jadi nilai jual tersendiri dan menjadi anugerah buat kami. Saat ini saja, agen perjalanan dari San Francisco sudah memesan 100 kamar hotel. Mereka booking dari jauh-jauh hari menandakan besarnya antusias,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Bangka Belitung, K. A. Tajuddin belum lama ini di Jakarta.

Melihat antusiasme yang besar, beberapa persiapan mulai dilakukan. Selain promosi dan sosialisasi, mereka mempersiapkan infrastruktur.

“Pembangunaan bandara internasional sudah selesai tinggal menunggu izin operasional, mudah-mudahan 2015 izin sudah didapat. Lalu persiapan kemudahan akses, penambahan restoran, hingga sedang melakukan pendekatan dengan investor untuk menambah lagi hotel berbintang. Di sisi lain kami juga sedang mempersiapkan kemasan wisata yang menarik. Walaupun momen GMT hanya terjadi di Tanjung Pandan, kami harus berhasil menarik wisatawan untuk melanjutkan destinasi-destinasi wisata ke tempat lainnya. Itu berarti destinasi wisata lain juga harus dimudahkan aksesnya,” tambahnya lagi.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pemandangan pantai dari atas mercusuar di Pulau Lengkuas, Belitung, Jumat (15/4/2011). Belitung terkenal dengan lokasi wisata yang memiliki keindahan pantai pasir putih berbatu granit artistik menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Persiapan lain, diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung, Jasagung Hariyadi. Ia menyatakan bahwa saat ini produk kreatif menjadi satu hal yang penting untuk wilayah yang dijadikan sebuah destinasi wisata. “Produk kreatif saat ini di Belitung berupa kerajinan tangan sudah banyak. Masyarakat kreatifnya banyak. Hanya saja untuk GMT ini harus ditambah produknya. Mungkin berupa kaos atau souvenir bergambar GMT, bisa juga kolaborasi dengan motif-motif atau penggambaran destinasi wisata di Belitung. Saya rasa akan menarik untuk buah tangan wisatawan yang datang,” ujar Jasagung.

Fenomena GMT merupakan momen langka yang diperkirakan tidak akan terjadi sampai 40 tahun ke depan. Untuk itulah persiapan dilakukan agar kemasan wisata saat momen ini terjadi terasa maksimal. “Kami menargetkan 3.000 sampai 5.000 wisatawan yang hadir. Belitung pasti siap menyambutnya,” tutup Tajuddin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X