Kompas.com - 19/01/2015, 18:20 WIB
Warga keturunan Tionghoa mengikuti tradisi peringatan kedatangan Kongco Sam Poo Tay Djien atau dikenal sebagai Cheng Ho di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2013). Diperkirakan pada abad XV, Laksamana Cheng Ho dengan armada baharinya mengarungi samudra untuk mengunjungi Asia dan Afrika. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAWarga keturunan Tionghoa mengikuti tradisi peringatan kedatangan Kongco Sam Poo Tay Djien atau dikenal sebagai Cheng Ho di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2013). Diperkirakan pada abad XV, Laksamana Cheng Ho dengan armada baharinya mengarungi samudra untuk mengunjungi Asia dan Afrika.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemandu wisata yang menguasai bahasa Mandarin akan diperbanyak untuk menyambut dan melayani serbuan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok yang diperkirakan akan membeludak tahun ini.

"Kami akan siapkan dan perbanyak SDM seperti guide berbahasa Mandarin untuk menyambut kemungkinan lonjakan wisman dari Tiongkok tahun ini," kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Chapter DIY, Edwin Ismedi Himna di Jakarta, Sabtu (17/1/2015).

Menurut Edwin, pihaknya mendukung program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang salah satunya fokus untuk mendongkrak kunjungan wisatawan Tiongkok hingga 2 juta orang mulai tahun ini.

Dia memaparkan, mulai tahun ini pihaknya melatih dan membekali para pemandu wisata yang ada dengan kemampuan bahasa Mandarin agar bisa memberikan pelayanan yang lebih prima.

Selain itu, sejumlah paket wisata pun mulai dikembangkan dan dirancang khusus untuk wisatawan asal Tiongkok. "Kami sudah punya paket, misalnya seperti napak tilas Cheng Ho atau reuni marga. Kami melihat ini sangat potensial untuk dikembangkan," katanya.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Arak-arakan peserta Karnaval Cap Go Meh 2565 melewati Jalan Surya Kencana, Bogor, Jumat (14/2/2014). Cap Go Meh menandai akhir perayaan tahun baru Imlek.
Sebelumnya, pemerintah RI melalui Kemenpar dan China National Tourism Administration (CNTA) bertekad untuk meningkatkan kunjungan wisatawan imbal balik hingga 2 juta wisatawan pada akhir 2015. Tekad ini merupakan semangat bersama yang telah dituangkan dalam MoU kerja sama pariwisata kedua negara.

Pada Januari hingga November 2014 jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia sebanyak 883.725 orang atau menempati urutan ke-4 teratas setelah Singapura sebanyak 1,32 juta, Malaysia 1,12 juta, dan Australia 996.032 wisatawan.  Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia rata-rata 4 hingga 5 hari dengan pengeluaran sekitar 100 dollar AS hingga 110 dollar AS per hari.

Sementara waktu berlibur umumnya mereka memilih pada musim liburan panjang seperti hari raya Imlek, musim liburan sekolah pada Juni-Juli, liburan Hari Buruh (Labour Day), dan liburan Golden Week yang berlangsung pada Oktober.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.