Java Promo Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Jateng dan DIY

Kompas.com - 21/01/2015, 11:17 WIB
Wisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip.
EditorI Made Asdhiana
MAGELANG, KOMPAS.com - Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan forum Java Promo berperan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Berdasarkan data dari Sekretariat Bersama Java Promo, jumlah wisatawan baik mancanegara maupun domestik yang berkunjung ke Jawa Tengah dan DIY mengalami peningkatan 10 hingga 20 persen dalam tiga tahun terakhir," katanya di Magelang, Selasa (20/1/2015).

Zaenal mengatakan hal tersebut dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Asisten Umum Sekda Pemkab Magelang Endra Endah Wacana dalam pembukaan pertemuan Java Promo yang diikuti oleh 15 kabupaten/kota di Jateng dan DIY.

Menurut Zaenal, untuk skala nasional berdasarkan World Economic Forum (WEF) dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, posisi Indonesia mengalami peningkatan bila dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, di mana Indonesia menempati posisi ketiga setelah Singapura dan Malaysia.

Pemerintah Provinsi Jateng dan DIY bersama kabupaten/kota harus terus menjaga kelestarian berbagai obyek wisata yang dimilikinya. Selain itu pemerintah daerah harus mengembangkannya melalui pembangunan infrastruktur dengan mengelolanya secara bijak bersama masyarakat sekitar.

"Saya yakin dengan mengupayakan hal-hal tersebut, maka wilayah Jateng dan DIY akan menjadi tujuan wisata menarik dan potensial yang pada akhirnya menjadi tujuan wisata utama bagi para wisatawan," ujar Zaenal.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Ketua Sekretariat Bersama Java Promo, Sunartono, yang juga Sekda Kabupaten Sleman mengatakan Java Promo tahun ini memasuki tahun ke-12 sebagai wadah birokrasi di bidang promosi pariwisata di Jateng dan DIY.

Ia menuturkan, pariwisata merupakan aset yang tidak pernah habis, bahkan ada aset yang sudah terpendam ratusan tahun bisa menjadi aset pariwisata yang luar biasa seperti Candi Borobudur.

Menurut Sunartono, pengembangaa wisata di daerah belum diimbangi oleh pengembangan infrastruktur, misalnya jalan dan ketersediaan air bersih.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Edi Susanto, selaku penyelenggara kegiatan mengatakan pertemuan Java Promo ini merupakan pertemuan rutin enam bulan sekali yang dilaksanakan bergilir di setiap anggota guna bermusyawarah untuk memajukan pariwisata yang ada di kabupaten dan kota masing-masing.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X