Kompas.com - 21/01/2015, 12:29 WIB
EditorI Made Asdhiana
PEDAGANG kaki lima menjadi inspirasi bagi menu yang ditampilkan Bali Brunch. Bertempat di Pueblo Bar & Restaurant di jantung Helsinki, ibu kota Finlandia, restoran Bali Brunch memperkenalkan Indonesia lewat sejumput rasa.

Makanan yang disajikan dipilih dari makanan-makanan yang kira-kira paling dikenal dan disukai di Indonesia, seperti pempek, karedok, rendang, ayam balado, sup, martabak manis, gorengan, dan beberapa menu lain. Cita rasa sengaja dibuat sebisa mungkin mendekati otentik dan tidak diadaptasi untuk lidah orang setempat. Tren warga dunia yang semakin sering bepergian ke negara lain diyakini justru akan membuat orang mencari rasa otentik.

Tidak heran jika pempek di sini kuah atau cukonya dibuat terasa benar asam dan pedasnya. Irisan mentimun menambah rasa segar. Sang koki, Marissa King (31) dan Sandrina Maulida Sinaga (30), keduanya orang Indonesia yang bermukim di Helsinki, menggunakan cuka, asam jawa, dan cabai segar untuk membuat cuko. Kebetulan Marissa berdarah Palembang dan kerap melihat ibunya yang mempunyai katering di Tanah Air membuat pempek.

Sayangnya, di sana sulit ditemukan tepung sagu sehingga sebagai ganti bahan pempek digunakan tepung tapioka yang membuat tekstur pempek tidak sekenyal biasanya. Ikannya juga diganti patin karena tidak terdapat ikan belida atau tenggiri. Ikan air tawar yang ditemukan di Finlandia, seperti patin, merupakan impor dari negara-negara Asia, terutama Vietnam.

Bumbu-bumbu segar cukup mudah diperoleh dengan adanya Indonesian Market dan IndoMarkt yang juga dimiliki orang Indonesia di Finlandia, Asianic Trading Store, serta toko-toko penjual bahan oriental lainnya. Kecuali jenis tertentu, seperti ketumbar, daun salam, kencur, dan daun jeruk purut yang masih sulit ditemui. Sampai-sampai Marissa mencoba menanam sendiri jeruk purut yang diletakkan di tepi jendela apartemennya.

”Untuk bumbu-bumbu segar yang tidak ada, biasanya kami beli dalam bentuk bubuk di toko bumbu India atau titip teman-teman dan keluarga dari Indonesia yang mau ke sini. Dulu, untuk mendapat rasa asam, kami sempat memakai larutan dari tomat kering,” kata Marissa.

ARSIP PRIBADI Chef Sandrina dan Marissa
Bali Brunch dimiliki dan dikelola oleh pasangan suami istri Galih Ganesha Putra Bulgamin (32) dan Marissa King serta Anggi Namara Putra Bulgamin (30) dan Sandrina Maulida. Restoran yang berlokasi di Eerikinkatu 27, Helsinki, ini bersifat pop-up atau temporer karena hanya buka pada Minggu pukul 12.00-17.00 ketika Pueblo libur beroperasi.

Dibuka sejak Juni 2014, Bali Brunch bercikal-bakal dari Waroeng Indonesia pada acara Restaurant Day. Restaurant Day diselenggarakan empat kali setahun oleh Pemerintah Finlandia sejak 2010. Acara ini memungkinkan siapa saja bisa menjual makanan tanpa kontrol yang ketat seperti biasanya. Orang pun beramai-ramai membuka stan atau menjual makanan, di lapangan, di rumah masing-masing, atau di mana saja yang memungkinkan sepanjang tidak mengganggu mobilitas publik. Para imigran biasanya menyajikan menu otentik asal negara masing-masing.

Sate kambing

Menu yang pernah ditawarkan Waroeng Indonesia adalah sate kambing yang kini juga menjadi menu andalan di Bali Brunch. Dengan dibantu rekan-rekan sesama orang Indonesia, mereka membuat 800 tusuk sate yang habis diserbu pembeli. Hanya saja membakarnya menggunakan pemanggang seperti yang biasa digunakan untuk memanggang daging isian burger.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.