Kompas.com - 27/01/2015, 13:19 WIB
Tidore di Maluku Utara. BARRY KUSUMATidore di Maluku Utara.
EditorI Made Asdhiana
PULAU-pulau di gugusan Provinsi Maluku Utara adalah sumber cengkeh dunia yang melegenda. Pedagang India, Arab, Tiongkok dan Jawa sering berkunjung ke Ternate, Tidore, dan Banda yang menjadi sumber rempah-rempah dunia.

Mereka pulang membawa komoditi berharga itu ke negara asal untuk dijual dengan harga tinggi. Cengkeh, bersama-sama dengan pala dan fuli itu begitu berharga sebanding dengan emas kerena digunakan sebagai bumbu makanan dan untuk mengawetkan makanan atau sebagai bahan obat-obatan.

Setelah Perang Salib, rute perdagangan ke Timur ditutup Kesultanan Otoman bagi pedagang Eropa sehingga Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda bertekad untuk menemukan sendiri kepulauan yang menjadi sumber rempah-rempah itu.

BARRY KUSUMA Benteng di Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Vasco da Gama adalah orang pertama yang berlayar ke Tanjung Harapan di Afrika untuk mencapai India. Kemudian, dari India, Portugis akhirnya menemukan rute ke Maluku pada tahun 1521, dan tiba di kepulauan rempah-rempah dimaksud, yaitu: Ternate, Tidore, dan Banda. Untuk sampai di sana, pelaut Portugis berlayar sejauh 14.000 kilometer - hampir 9.000 mil - menyebrangi laut yang belum terpetakan, menghadapi badai, ombak tinggi dan angin muson tropis.

Saat kedatangan pedagang Eropa itu, sudah ada kesultanan yang berkembang di Ternate dan Tidore sehingga persaingan perdangan dan upaya monopoli pun terjadi. Pedagang Spanyol, Belanda dan Inggris pun tergiur membentuk armada perang untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah hingga akhirnya dimenangkan oleh Belanda.

Menjelang akhir abad ke-16, Gubernur Jendral Belanda Jan Pieterszoon Coen menanam cengkeh di Ambon dan menghancurkan semua tanaman cengkeh di Ternate dan Tidore secara brutal. Tindakan ini dikenal sebagai ekspedisi hongi dan langsung dilawan oleh Kesultanan Ternate dan Tidore. Berikutnya perlawanan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore melawan kolonialis pun tercatat dalam banyak halaman sejarah.

BARRY KUSUMA Kota Ternate di Maluku Utara.
Ternate dan Tidore adalah dua pulau kecil yang hampir sama besarnya. Berlokasi di sebelah barat pulau utama, yaitu Halmahera. Kedua pulau ini saling berhadapan satu sama lain dan dipancang oleh gunung api yang muncul dari Laut Maluku yang dalam.

Pulau Ternate sendiri memiliki luas sekitar 1.118 km persegi dan sejatinya adalah bagian dari tubuh Gunung Gamalama yang kakinya terbenam di bawah laut. Ketinggian Gunung Gamalama bila diukur dari permukaan laut hanya 1.715 meter namun jika diukur dari dasar laut mencapai 3.000 meter.

Kota Ternate menjadi rumah bagi dua pertiga dari penduduk pulau yang mayoritas Muslim. Di sini, Anda dapat mengunjungi banyak peninggalan sejarah dan menyaksikan tradisi budaya lokal yang luar biasa. Kota ini juga merupakan pusat perdagangan pulau dengan fasilitas pendukung bisnis, jaringan transportasi, dan pariwisata.

BARRY KUSUMA Tidore di Provinsi Maluku Utara.
Gunung api di pulau Ternate memberikan tanah subur dan pantai dengan pasir hitam yang berkilauan. Anda akan melihat seluruh pulau dihiasi oleh perahu berwarna-warni dalam berbagai ukuran berbaring di air dangkal berbatu virus dan terlindung oleh pohon kelapa yang menari-nari terkibas angin sejuk.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Travel Promo
Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Travel Update
Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Update
Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Travel Update
Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Travel Update
Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Travel Update
Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Travel Update
5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

Jalan Jalan
Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Travel Update
4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

Jalan Jalan
5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

Jalan Jalan
Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Travel Update
5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X