Kompas.com - 27/01/2015, 20:33 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
DENPASAR, KOMPAS.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mendukung upaya Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk mencarikan solusi terbaik permasalahan perang tarif hotel di Bali, yaitu dengan adanya penetapan harga dasar hotel yang ditentukan pemerintah.

“Kita juga setuju dengan penetapan harga dasar hotel bintang dan non bintang sehingga persaingannya nanti agak sehat. Sempat kami wacanakan, tapi tidak bisa, karena yang punya kebijakan itu adalah pemerintah, bukan swasta, menghindari praktek-praktek kartel. Biar pemerintah yang akan mengeluarkannya nanti,” kata Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Denpasar, Bali, Selasa (27/1/2015).

Mantan Bupati Gianyar yang akrap dipanggil Cok Ace ini juga menyampaikan, mengenai proses dari kebijakannya diserahkan pihak pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan, apakah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) ataupun Surat Keputusan Gubernur (SKGUB). Hal terpenting, lanjutnya, keputusannya dapat dipercepat.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
“Saya kan dulu menanyakan, kenapa harga tiket penerbangan bisa diatur sendiri tapi tarif hotel tidak? Saya mendapatkan jawaban, sebenarnya bisa, asal yang mengatur pemerintah. Saya berharap Pak Gubernur secepatnya mengambil langkah-langkah selanjutnya.Terserah nanti mau keluarkan Pergub atau SK Gubernur atau apalah, silahkan,” ujarnya.

Cok Ace tidak menampik bahwa perkembangan saat ini persaingan hotel di Bali memang tinggi. Jumlah hotel, tambahnya, ada sekitar 5.000-an dengan jumlah kamar sekitar 80.000-an. Hal ini menjadikan persaingan promo tarif hotel menjadi tak sehat. Ia mengkhawatirkan terjadinya  “banting harga” dengan berkedok promo ini akan menurunkan pelayanan yang berpengaruh besar pada kepuasan tamu hotel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.