Kompas.com - 30/01/2015, 17:08 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F
MATAHARI menyeruak dari balik lekuk perbukitan Sumatra kami dapati saat membuka jendela kamar lantai dua, sebuah penginapan di Ambarita, Pulau Samosir. Terasa serat makna, karena pemandangan ini sebuah cakrawala awal tahun baru.

Kami memulai hari dengan berenag di Danau Toba yang terpisah beberapa langkah dari tempat bermalam, menyantap hidangan lokal, lalu berpergian ke Pangururan. Melewati perkampungan dengan rumah-rumah tradisional beratap meruncing dan dipenuhi ragam hias kayu berukir, gereja serta makam-makam keluarga bertanda salib pada atapnya.

Gultom, pegawai tempat kami menginap mengungkapkan banyak tamunya menginap penasaran soal Pulau Samosir; benar-benar sebuah pulau mandiri atau menyambung ke daratan Sumatra. Karena itu, kami diajak ke ‘Jembatan Diponggol’ di daerah Pangururan.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Bersantai di Pantai Pasir Putih, Danau Toba, Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Rupanya di masa penduduk Belanda, penjajah memotong ruas alami penghubung Pulau Samosir dengan Sumatra daratan, demi memperkecil ruang gerak pejuang tanah Batak. Kini, kawasan itu disatukan lagi dengan jembatan.

Dari Pangururan, perjalanan diteruskan ke Danau Sidohoni. Unik, karena danau itu berada di sebuah pulau yang terletak di atas danau pula. “Bisa disebut ‘danau di atas danau’,” jelas Gultom.

Dari seberang Sidohoni, terbentang lanskap pucuk-pucuk cemara dan awan-gemawan bergelantung di langit biru. Bisa dibayangkan keindahan yang tercipta, ketika kabut pagi beranjak naik dan sinar matahari mulai menghangatkan perbukitan.

Saya teringat peristiwa lebih dari 10 tahun lalu, saat bertandang bersama para istri pembesar FIA (Federation Internationale de I’Automobile) pasca Rally of Indonesia. “Meski negeri kami terkenal sebagai ‘Negeri Seribu Danau’. Toba sebagai danau vulkanik terbesar di dunia sangat mempesona saya,” ujar Milli Mahonen dari Finlandia, seusai kami menonton tarian Sigale-gale di Tomok. Keindahan yang tetap ada, ketika saya datang bersama sang terkasih, bertahun-tahun kemudian.

(Manggalani R. Ukirsari)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.