Kompas.com - 01/02/2015, 15:37 WIB
Seniman Singapura, Jimmy Ong (kanan), menjelaskan lukisannya yang berjudul ”Mapping Boro Budur” kepada pengunjung di Galeri Fost, kompleks Barak Gillman, Singapura, Selasa (20/1/2015). Karya Jimmy sebagai reimaji dari suasana seperti yang dituturkan dalam buku History of Java karya Thomas Stamford Raffles terbitan tahun 1817. KOMPAS/NAWA TUNGGALSeniman Singapura, Jimmy Ong (kanan), menjelaskan lukisannya yang berjudul ”Mapping Boro Budur” kepada pengunjung di Galeri Fost, kompleks Barak Gillman, Singapura, Selasa (20/1/2015). Karya Jimmy sebagai reimaji dari suasana seperti yang dituturkan dalam buku History of Java karya Thomas Stamford Raffles terbitan tahun 1817.
EditorI Made Asdhiana
SEJARAH yang biasa diungkapkan lewat catatan kata-kata hidup kembali dengan sapuan kuas. Maka, masyarakat Jawa lebih dari seratus tahun lalu dalam History of Java pun ”berkeliaran” dalam kanvas reimaji Jimmy Ong (51). Kisah masa lalu itu bertemu dengan kekinian di bekas barak tentara koloni Inggris tahun 1936, di Singapura.

Seniman kontemporer Singapura, Jimmy Ong, terinspirasi buku History of Java karya Thomas Stamford Raffles. Buku itu pula yang membawanya ke Jawa Tengah.

”Beberapa kali saya mengunjungi Candi Borobudur, dan hidup di tengah masyarakat Yogyakarta. Lalu, saya melukiskannya sebagai reimaji suasana seperti diceritakan Raffles melalui karya bukunya, History of Java,” kata Jimmy, Rabu (21/1/2015) di Galeri Fost, lokasi pameran yang bertempat di salah satu bangunan di Barak Gillman, Singapura.

Karya-karya lukisannya yang membayangkan ulang masa lalu itu ikut ditampilkan dalam Pekan Seni Singapore (Singapore Art Week). Rangkaian pamerannya dikemas dalam tema ”Where Art Meets History” (Pertemuan Seni dengan Sejarah). Pameran History of Java karya Jimmy Ong dibuka 16 Januari hingga 1 Maret 2015.

Galeri Fost yang menggunakan bangunan bekas barak tentara Inggris itu tidak lapang. Belasan karya Jimmy disajikan. Di antaranya, lukisan arang di atas kertas berjudul ”Mapping Boro Budur”, berukuran 128 x 320 sentimeter.

Lukisannya, ”Mapping Boro Budur”, memperlihatkan suasana masyarakat laki-laki dan perempuan Jawa yang guyub bekerja. Hewan piaraan ayam dan kambing dilukis Jimmy ada di mana-mana. Candi Borobudur dijadikan latar belakang suasana harmoni masyarakat Jawa.

Jimmy juga melukiskan sosok yang tertidur menyamping, menghadap ke arah candi. Mungkin itu mengingatkannya pada postur Patung Buddha Tidur. Hitam-putih arang (charcoal) di atas kertas menjadi ciri khas Jimmy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Lukisan-lukisan lainnya juga hasil reimaji History of Java. Ada lukisan tentang Tamansari dan Keraton Yogyakarta. Ada perburuan macan dan banteng di Jawa, juga video seni tentang makam Imogiri di Yogyakarta,” tutur Jimmy.

Selama membuat karya-karya lukis reimaji History of Java, Jimmy tinggal di Yogyakarta. Dia membuat studio di Mangkuyudan pada tahun 2014.

Imogiri

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Jalan Jalan
Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Jalan Jalan
Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Travel Promo
Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Jalan Jalan
6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

Travel Tips
Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Jalan Jalan
4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

Jalan Jalan
Tempat Wisata Dekat Angkringan Griyo Aji Somo Wonogiri, Ada Bali Lainnya

Tempat Wisata Dekat Angkringan Griyo Aji Somo Wonogiri, Ada Bali Lainnya

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa

Itinerary
3 Aktivitas Seru di Curug Cikuluwung Bogor, Berburu Foto Keren

3 Aktivitas Seru di Curug Cikuluwung Bogor, Berburu Foto Keren

Jalan Jalan
Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Jalan Jalan
Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Jalan Jalan
4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

Travel Tips
Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.