Kompas.com - 03/02/2015, 13:48 WIB
Para pemain gamelan etnik di acara Srawung Cipta Seni Sembah di Gianyar, Bali, Sabtu (31/1/2015). ARYA DARU PANGAYUNANPara pemain gamelan etnik di acara Srawung Cipta Seni Sembah di Gianyar, Bali, Sabtu (31/1/2015).
EditorI Made Asdhiana
GIANYAR, KOMPAS.com - Pada tanggal 31 Januari 2015 berlangsung acara Srawung Cipta Seni Sembah ke-2, di Pasar dan Taman Goa Gajah, Gianyar, Bali. Srawung Cipta Seni Sembah adalah sebuah pertemuan berdasarkan “Srawung” (sharing) antar seniman dan rohaniawan yang diwujudkan dalam pergelaran berbagai bentuk kesenian dengan “seni sembah” sebagai unsur utama dalam berkarya.

Rencananya acara tersebut akan dilakukan dua tahun sekali setiap hari “Tumpek Krulut” sesuai dengan kalender adat Bali yang merupakan hari untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewa Iswara atas terciptanya suara-suara suci atau tabuh dalam keindahan seni. Event pertama telah dilaksanakan pada bulan Juli 2014.

ARYA DARU PANGAYUNAN Para penari Bali di acara Srawung Cipta Seni Sembah di Gianyar, Bali, Sabtu (31/1/2015).
Tujuan acara ini antara lain menstimulasikan kreativitas seni sembah tradisional maupun kontemporer dan meningkatkan kepekaan dan apresiasi akan keindahan seni dan nilai-nilai budaya dengan memanfaatkan situs warisan budaya berupa Goa Gajah sebagai sumber cipta seni sembah, serta meningkatkan potensi kesenian dan ketuhanan di Indonesia dan dunia internasional.

Hadir dan mendukung acara ini adalah Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Al Busyra Basnur dan Staf Ahli Menteri Pariwisata bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif, Hari Untoro Drajat.

ARYA DARU PANGAYUNAN Dr Diane Butler (AS) dan Suprapto Suryodarmo (Solo) mempertunjukkan sebuah bentuk seni sembah pada acara Srawung Cipta Seni Sembah di Gianyar, Bali, Sabtu (31/1/2015).
Acara dibuka oleh doa dan pemotongan tumpeng. Beberapa kesenian yang ditampilkan oleh para peserta dalam acara ini antara lain tarian, pameran lukisan, pembacaan puisi, serta nyanyian lagu-lagu perdamaian.

Setelah pertunjukan seni selesai ditampilkan secara simbolik penyerahan obor perdamaian dari seorang perwakilan organisasi Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run kepada Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri yang kemudian diestafetkan kepada para pengunjung.

ARYA DARU PANGAYUNAN Pengunjung menerima obor perdamaian pada acara Srawung Cipta Seni Sembah di Gianyar, Bali, Sabtu (31/1/2015).
Acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan dengan tema “Sumbangan Budaya Etnik dalam Kesejahteraan Masyarakat Dunia” yang diikuti oleh para budayawan dan rohaniawan, kemudian ditutup dengan doa bersama dan percikan air suci.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Acara ini dinilai sangat bermanfaat tidak hanya sebagai sebuah ajang dialog antar seniman dan rohaniawan untuk mempromosikan persahabatan dan perdamian, namun juga mempromosikan pariwisata di Indonesia.

Acara ini dapat menjadi sebuah inspirasi hubungan luar negeri yang tidak hanya government-to-government tapi melibatkan masyarakat dari kalangan seniman, budayawan, dan rohaniawan yang harus terus dipupuk untuk meningkatkan kerukunan antar masyarakat di seluruh dunia. (ARYA DARU PANGAYUNAN, staf Direktorat Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Tunda Buka Perbatasan Akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan Akibat Varian Omicron

Travel Update
Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara Akibat Varian Omicron

Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara Akibat Varian Omicron

Travel Update
Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Travel Update
Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Travel Update
Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Travel Update
7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

Travel Tips
Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Travel Update
8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

Travel Tips
Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Travel Update
Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.