Menantang Nyali, Memanjat Tebing Komando

Kompas.com - 07/02/2015, 09:05 WIB
Para pemanjat bersiap untuk memanjat batuan kapur setinggi 48 meter, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (2/6/2012) Mapala UI/Leonal Ainell CraigPara pemanjat bersiap untuk memanjat batuan kapur setinggi 48 meter, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (2/6/2012)
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com – Matahari masih berada di titik kulminasi ketika pemanjatan Tebing Citatah 48, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dimulai. Pisau komando menancap keras di puncak tebing. Di atas sana merupakan target pemanjatan di tebing kapur yang membujur kaku.

Saya teringat perjalanan melakukan pemanjatan di Tebing Citatah 48 beberapa tahun lalu. Kala itu, warna putih pucat melukis tebing di hampir seluruh bagian. Beberapa pemanjat bersiap untuk melakukan pemanjatan. Ada yang masih menyiapkan alat pengaman pemanjatan seperti harness, tali kermantel, carbinner, figure of eight, helm dan lain-lain. Tak disangka, malam kemarin masih belum tersingkap kegagahan tebing ini. Malam itu hitam menyelimuti batuan besar ini. Bahkan pisau yang menjadi ciri khas tebing ini pun tak kelihatan tajamnya.

Belay on,” teriak sang pemanjat memberi aba-aba. “On belay," si belayer menjawab.

Sebelum melakukan pemanjatan, pemanjat dan belayer (orang yang bertindak sebagai pengaman) harus berkomunikasi untuk menyatakan kesiapan. Aba-aba "belay on" berarti pertanda pemanjat siap melakukan pemanjatan. Sementara "on belay" berarti pemanjatan telah diamankan. Masih ada beberapa aba-aba yang lain ketika sedang melakukan pemanjatan. Misalnya, “pull” , “slack”, “belay off”. Aba-aba itu memiliki arti tersendiri yang harus pemanjat maupun pengaman sampaikan dengan jelas.

Mapala UI/Leonal Ainell Craig Pabrik pengolahan batu kapur dan perumahan warga di Padalarang terlihat dari dinding Tebing Citatah 48.
Sebuah teras besar yang ada di ketinggian 20 meter dari dasar tebing dapat menjadi tempat beristirahat sebelum melanjutkan pemanjatan ke puncak. Untuk mencapainya diperlukan perhitungan yang cermat dalam menentukan pijakan kaki dan pegangan di rekahan tebing. Beberapa kali tangan harus mencari tambatan yang pas untuk dipegang. Di pinggang terbelit kantong bubuk Magnesium carbonate (MgCO3) yang berfungsi untuk membantu telapak tangan agar tetap kering sehingga cengkeraman dan genggaman lebih menggigit.

“Ayo panjat terus,” teriak Adi Seno, salah satu mantan anggota Ekspedisi Everest Indonesia menyemangati pemanjat dari bawah.

Dia menuturkan bahwa panjat tebing merupakan salah satu olahraga berbahaya di dunia. Kegiatan ini memerlukan penguasaan teknik pemanjatan yang matang untuk menghindari kecelakaan yang terjadi. Maka persiapan adalah kunci sukses dalam melakukan pemanjatan.

Setelah teras tebing, jalur menuju puncak komando agak mulai tertutup pohon yang tumbuh di sela-sela rekahan. Perlu teliti dalam pemilihan jalur agar tidak tersangkut.

“Agak melipir ke sebelah kiri ya,” kata pemanjat lain yang sudah lebih dahulu merintis jalur pemanjatan.

Sepuluh meter pemanjatan selesai, angin berhembus dengan kencang. Membuat tali kermantel terguncang. Begitupun dengan nyali. Dataran di puncak tebing sedikit lagi terkuak. Sekali rengkuh dengan kekuatan yang ada, pisau komando yang tertancap sudah di depan mata. Pijakan kaki dikuatkan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

Whats Hot
Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Jalan Jalan
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Whats Hot
ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

Whats Hot
Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Makan Makan
Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Whats Hot
Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Makan Makan
3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

Makan Makan
Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Makan Makan
3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

Makan Makan
Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Whats Hot
Jalan-jalan Virtual di Museum Macan, Ada Kegiatan Ramah Anak

Jalan-jalan Virtual di Museum Macan, Ada Kegiatan Ramah Anak

Jalan Jalan
Pegawai Hotel Perlu Bantuan Langsung Tunai karena Wabah Virus Corona

Pegawai Hotel Perlu Bantuan Langsung Tunai karena Wabah Virus Corona

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X