Berburu Nyale di Lombok

Kompas.com - 08/02/2015, 10:12 WIB
Warga berwisata di sekitar bukit batuan di Tanjung Aan, Pantai Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (2/10/2011).  KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Warga berwisata di sekitar bukit batuan di Tanjung Aan, Pantai Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (2/10/2011).
EditorNi Luh Made Pertiwi F
PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah akan menyelenggarakan event berskala nasional, Core Event Bau Nyale 2015, pada 9 - 10 Februari 2015. Acara pesta rakyat untuk mengenang kisah Putri Mandalika ini akan dilaksanakan di beberapa tempat, diantaranya adalah: Selong Belanak, Kute dan Pantai Aan, namun acara akan dipusatkan di panggung terbuka di Pantai Seger, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tanggal acara ditentukan berdasarkan penanggalan Sasak dan hasil kesepakatan dari tokoh adat, Bupati Lombok Tengah dan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lainnya. Beberapa kegiatan dari Core Event Bau Nyale 2015 adalah: festival bau nyale itu sendiri, presean, balapan kuda, parade budaya dan masih banyak lagi.

Tradisi penyambutan bau nyale sudah dilakukan turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Festival ini terus dilestarikan dan diharapkan semakin memotivasi kemajuan di sektor pariwisata. Bau dalam bahasa lombok berarti menangkap, sedangkan nyale adalah sejenis cacing laut muncul sekali dalam setahun di pantai selatan Pulau Lombok. Nyale ditangkap pada 19-20 bulan kesepuluh dan kesebelas awal tahun Sasak yang ditandai dengan terbitnya Bintang Rowot. Menurut perhitungan suku Sasak, bulan kesatu dimulai pada 25 Mei dan umur setiap bulan dihitung 30 hari.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Warga berwisata di sekitar bukit batuan di Tanjung Aan, Pantai Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (2/10/2011).
Konon nyale yang ditangkap itu diyakini sebagai jelmaan dari Putri Mandalika yang dalam cerita rakyat menceburkan diri ke Laut Selatan Pulau Lombok. Ia nekat melakukan itu karena kesulitan memilih satu dari tiga pangeran yang ingin menikahinya.

Upacara ini akan sangat meriah saat masyarakat akan berkerumun menangkap nyale di sepanjang pantai. Pada malam sebelum festival berlangsung, biasanya masyarakat melakukan ritual sendiri di rumah mereka masing-masing. Beberapa ritual bau nyale adalah memotong ayam dan membuat ketupat.

Masyarakat setempat meyakini bahwa nyale berhubungan dengan kesejahteraan dan keselamatan. Nyale bisa menyuburkan tanah sehingga hasil panen memuaskan. Jika banyak cacing yang keluar dari laut, berarti pertanian mereka berhasil. Nyale yang sudah ditangkap di pantai biasanya akan ditaburkan di sawah, bahkan ada yang mengolahnya menjadi santapan dan obat kuat.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Whats Hot
Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Makan Makan
Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Makan Makan
Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Whats Hot
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

Whats Hot
Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

Whats Hot
Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Makan Makan
Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Makan Makan
Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Whats Hot
Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X