Kompas.com - 09/02/2015, 21:31 WIB
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong tumbuhnya industri perhotelan sehingga jumlah kamar yang telah mencapai 3.000 unit bertambah lagi untuk menunjang sektor pariwisata.

"Jumlah tersebut naik dari yang sebelumnya hanya berkisar 2.400 kamar. Ada beberapa hotel baru yang sudah beroperasi. Selain itu, ada hotel lama yang menambah jumlah kamar, termasuk homestay yang dikelola penduduk di beberapa destinasi wisata," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda di Banyuwangi, Senin (9/2/2015). (Baca juga: Ketika Kebo Beraksi di Banyuwangi)

Ia menjelaskan bahwa di daerah berjuluk "The Sunrise of Java" itu sejumlah hotel baru sudah mulai beroperasi, seperti Hotel Blambangan. Sementara Hotel Santika dan Java Banan tak lama lagi segera beroperasi. Grup Alila dan BUMD Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan proses pembangunan hotel baru. (Baca juga: Menikmati Sepincuk Botok Tawon di Banyuwangi)

"Saya optimistis perhotelan bisa terus tumbuh. Untuk masa-masa yang low season seperti Februari dan Maret, okupansi hotel bisa tetap bagus karena sudah dimulai acara Banyuwangi Festival.

Selain itu, tahun ini Banyuwangi menjadi tuan rumah bagi beberapa kegiatan besar, seperti Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur, MTQ Jatim dan HUT Satpol PP Jatim. Sehingga okupansi akan terjaga," tuturnya.

Tahun ini, menurut Bramuda, seiring pembangunan beberapa hotel lagi, dia berharap ada tambahan 500 hingga 1.000 kamar baru. (Baca juga: Festival Rujak Soto, Kuliner Berasa Budaya)

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Festival Barong Prejeng Etnik Banyuwangi yang digelar di tengah sawah, Minggu (26/10/2014).
Bramuda memaparkan, saat ini Banyuwangi juga makin dilirik untuk tempat rapat kerja sejumlah perusahaan swasta dan organisasi. Seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bank Jatim, Asosiasi Pengusaha Logistik dan Forwarder Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Unroh dan Haji, dan masih banyak lagi. "Mereka rapat setelah itu liburan ke destinasi wisata yang ada di Banyuwangi," katanya. (Baca juga: Kalibaru, Surga Tersembunyi di Banyuwangi)

Ke depan, lanjut Bramuda, pihaknya berharap di Banyuwangi terus tumbuh hotel-hotel baru seiring meningkatnya kunjungan wisata. Termasuk resort-resort yang bangunannya semi permanen.

"Tahun ini dibangun resort di beberapa lokasi yang cocok, di antaranya di Pantai Mustika dan areal Grand Watu Dodol. Arsitek terkenal Andra Matin langsung turun sebagai konsultan untuk mendesain bangunan berkonsep ecotourism. Sementara untuk homestay tetap akan kami biarkan tumbuh agar ekonomi kreatif masyarakat pun terus tumbuh," tambah Bramuda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.