Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/02/2015, 10:31 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Jika anda ingin mengenal budaya Using Kabupaten Banyuwangi, anda cukup datang ke Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Anda bisa wisata blusukan di desa yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota ke arah barat.

Bukan hanya sekadar menikmati pemandangan alam yang didominasi dengan persawahan, tapi anda juga bisa menikmati pertunjukan tari- tarian yang dipentaskan di kebun milik Sucipto yang akrab dipanggil dengan Kang Cip.

Saat rombongan wisatawan turun dari kendaraan, mereka akan disambut dengan tarian Barong Using dan juga tetabuhan khas Using dan diajak untuk menelusuri gang-gang kecil melihat aktivitas sehari-hari masyarakat Using di Desa Kemiren. Selanjutnya di lahan seluas seperempat hektar, wisatawan disuguhi dengan tari Gandrung dan Tari Jaran Goyang.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Tarian Barong Using di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Wisatawan duduk di atas bambu yang difungsikan menjadi tempat duduk dan menikmati jajanan khas masyarakat Using yaitu tape buntut, lepet dan kacang rebus. Air minuman pun disajikan di dalam kendi.

Tari Gandrung adalah tari khas dari Banyuwangi yang menggambarkan perjuangan masyarakat Banyuwangi saat melawan penjajahan. Sedangkan Tari Jaran Goyang merupakan tari pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang menggambarkan tentang seorang perempuan yang menolak cinta seorang pria sehingga sang pria menggunakan ilmu pengasihan yang bernama Jaran Goyang.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Tari Gandrung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (20/2/2015).
Tari yang disuguhkan dengan musik live tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para wisatawan. Bukan hanya itu, maestro Gandung Temu Misti yang tinggal di Desa Kemiren juga tampil di depan wisatawan dengan suaranya yang khas menyanyikan gending-gending gandrung.

"Kami menemukan sesuatu yang orisinal di desa ini. Seandainya makanan, di sini kami menemukan makanan yang kaya rasa. Using selama ini hanya kami dengar dan hari ini kami bisa melihat langsung," jelas Lutfia Nulaila, salah satu wisatawan yang hadir di wisata blusukan kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2015).

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Tari Gandrung di tengah kebun di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu 920/2/2015).
Perempuan yang berprofesi dengan direktur program pengembangan profesi guru Unesa tersebut mengatakan ia menemukan sesuatu yang baru yang bisa dipelajari dan juga memperkaya wawasan wisatawan. "Di sini saya juga menemukan orang-orang yang masih setia dengan tradisinya. Sepertinya pak Cip pemilik lahan yang setia dengan tradisi Barongnya selama beberapa generasi," jelasnya.

Ia mengaku bersama rombongan memilih Banyuwangi karena kabupaten yang berada di wilayah paling timur Pulau Jawa tersebut menawarkan banyak tempat wisata yag masih alami. "Mungkin semua sudah terlalu sering wisata ke Jogja, ke Batu, Malang. Jadi kami memilih ke sini. Rencananya kami juga akan ke Pulau Merah," jelasnya.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Pertunjukan tari Gandrung di tengah kebun di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (20/2/2015).
Pada akhir pertunjukan, para wisatawan diajak untuk menari bersama Gandrung. "Kami menyebutnya Paju Gandrung," kata Aekanu salah satu budayawan Banyuwangi.

Menurut Aekanu dengan wisata blusukan ke Desa Kemiren, pengunjung bisa menyaksikan secara langsung kehidupan masyarakat Using di Desa Kemiren. "Bukannya kami menolak sesuatu yang modern tapi masyarakat Using memang hidup selaras dengan alam dan dekat dengan kehidupan agraris. Dan kami ingin mengenalkan kehidupan masyarakat Using yang asli kepada wisatawan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tips Berkunjung ke Krakatau Park Lampung, Bisa Dapat Diskon TiketĀ 

5 Tips Berkunjung ke Krakatau Park Lampung, Bisa Dapat Diskon TiketĀ 

Jalan Jalan
Melihat Koleksi Museum Multatuli, Ada Buku Asli 'Max Havelaar'

Melihat Koleksi Museum Multatuli, Ada Buku Asli "Max Havelaar"

Jalan Jalan
Kursi Kereta Ekonomi Tak Lagi Tegak, Kapan Bisa Dicoba Penumpang?

Kursi Kereta Ekonomi Tak Lagi Tegak, Kapan Bisa Dicoba Penumpang?

Travel Update
Tak Cuma Baca Buku, Ini 5 Aktivitas Seru di Perpustakaan Nasional

Tak Cuma Baca Buku, Ini 5 Aktivitas Seru di Perpustakaan Nasional

Jalan Jalan
Embun Upas Muncul di Gunung Bromo, Suhu Capai 5 Derajat Celsius

Embun Upas Muncul di Gunung Bromo, Suhu Capai 5 Derajat Celsius

Travel Update
Video Viral Singa di Faunaland Ancol Tampak Sakit, Ini Kata Pengelola

Video Viral Singa di Faunaland Ancol Tampak Sakit, Ini Kata Pengelola

Travel Update
DAMRI Operasikan 178 Armada untuk Layani 157.000 Calon Jemaah Haji

DAMRI Operasikan 178 Armada untuk Layani 157.000 Calon Jemaah Haji

Travel Update
Apakah Paspor Biasa Bisa Digunakan untuk Umrah dan Haji?

Apakah Paspor Biasa Bisa Digunakan untuk Umrah dan Haji?

Travel Tips
5 Aktivitas di Krakatau Park Lampung, Bisa Main dan Belajar

5 Aktivitas di Krakatau Park Lampung, Bisa Main dan Belajar

Jalan Jalan
Pameran Seni Karakter Hantu Akan Digelar mulai 15 Juni di Jakarta

Pameran Seni Karakter Hantu Akan Digelar mulai 15 Juni di Jakarta

Travel Update
Indonesia Akan Usulkan Geopark Kebumen dan Geopark Meratus ke UNESCO

Indonesia Akan Usulkan Geopark Kebumen dan Geopark Meratus ke UNESCO

Travel Update
Pengalaman Naik ke Lantai 24 Perpusnas, Perpustakaan Tertinggi di Dunia

Pengalaman Naik ke Lantai 24 Perpusnas, Perpustakaan Tertinggi di Dunia

Hotel Story
Asiana Airline Tak Lagi Jual Kursi Dekat Pintu Darurat supaya Tidak Dibuka Sembarangan

Asiana Airline Tak Lagi Jual Kursi Dekat Pintu Darurat supaya Tidak Dibuka Sembarangan

Travel Update
Harga Tiket Masuk Krakatau Park Lampung, Masih Ada Promo

Harga Tiket Masuk Krakatau Park Lampung, Masih Ada Promo

Jalan Jalan
Monumen Lindu Gedhe di Klaten, Satu Lagi Tempat Mengenang Gempa Yogya 2006

Monumen Lindu Gedhe di Klaten, Satu Lagi Tempat Mengenang Gempa Yogya 2006

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+