Kompas.com - 22/02/2015, 20:27 WIB
EditorI Made Asdhiana
SAAT itu, Sala (kini Solo) hanya sebuah desa biasa di tepi sungai besar yang kini disebut Bengawan Solo. Wajah Sala mendadak berubah total ketika Sri Susuhunan Paku Buwono II memindahkan Keraton Kartasura ke Solo. Peristiwa itu menandai awal berdirinya Kota Solo.

Prosesi boyongan dan pembangunan Keraton Surakarta sebagai ganti Keraton Kartasura pada tahun 1745 itu ditampilkan dalam karnaval budaya dan pertunjukan tari kolosal dengan judul Adeging Kutha Sala (Berdirinya Kota Solo), di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/2/2015) malam. Ini menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-270 Kota Solo.

Prosesi kirab Karnaval Solo mengusung tema ”Merayakan Kostum Jawa”. Karnaval yang dimulai dari Ngarsopuro menuju Jalan Jenderal Sudirman ini sebagai penggambaran sejarah boyongan (pindah) Keraton Kartasura ke Sala. Karnaval ini juga menampilkan berbagai ubo rampe (sesajen) seperti cok bakal, ringin kembar, satwa gajah dan kuda, 17 macam jenang (makanan bertekstur halus dan lunak), niyaga (penabuh gamelan), taledhek (penari), abdi dalem (pekerja di keraton), dan lainnya layaknya prosesi 270 tahun lalu.

Karnaval dibuka drum band Pemkot Solo yang diikuti tiga pasang loro blonyo (sepasang pengantin Jawa). Aneka satwa yang kala itu juga diboyong ke Sala, dalam karnaval ini diganti patung, seperti patung gajah, kera, singa, dan unggas. Karnaval cukup mendapat perhatian warga yang memenuhi pinggir-pinggir jalan sepanjang rute.

Saat tiba di Jalan Jenderal Sudirman, karnaval disambung pergelaran tari kolosal Adeging Kutha Sala. Pertunjukan tari ini dibagi jadi lima adegan. Adegan diawali penggambaran suasana karut-marut setelah perang. Keraton Kartasura yang kala itu diserang pasukan Sunan Kuning luluh lantak. Ini membuat Paku Buwono II memutuskan pemindahan Keraton Kartasura.

Paku Buwono II selaku raja lantas memerintahkan pencarian lokasi baru untuk pembangunan keraton. Utusan Paku Buwono II memulai misi mencari lokasi yang dinilai paling tepat sebagai ibu kota kerajaan. Akhirnya, dipilihkan Desa Sala berjarak 10 kilometer arah timur Kartasura. Sala semasa itu dipimpin Ki Gedhe Sala.

Sang raja merasa cocok dengan Sala. Ia pun memerintahkan boyongan ke Desa Sala. Boyongan dari Kartasura ke Sala merupakan bedol keraton secara total. Digambarkan, kala itu puluhan ribu rakyat turut serta. Aneka satwa juga diboyong. Ibu kota kerajaan berpindah ke Sala.

Adegan tari diakhiri dengan penggambaran gotong royong, bahu-membahu membangun kerajaan baru, mulai dari membendung dan menimbun rawa, membuka lahan, dan membangun fisik keraton. Ribuan masyarakat Solo dan sekitarnya memenuhi area pertunjukan yang digelar di Jalan Jenderal Sudirman. Sayangnya pengaturan penonton kurang maksimal sehingga warga harus berdesak-desakan demi melihat adegan tari.

Karnaval Solo melibatkan 287 peserta dari berbagai unsur, seperti siswa SMA/SMK, kelompok sadar wisata, dan kelompok seni. Adapun tari kolosal melibatkan 270 penari profesional. Secara keseluruhan pergelaran ini melibatkan lebih kurang 830 orang, terdiri dari penari, peserta karnaval, dan pemusik.

Para penari yang terlibat, antara lain dari Studio Moncar Iswara, mahasiswa dan alumni Institut Seni Indonesia Surakarta, Komunitas Wisma Seni yang didukung SMKI Surakarta, Kelompok Teater Pelajar, dan Kelompok Lesung Bonoroto.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.