Kompas.com - 24/02/2015, 10:43 WIB
Para pelancong asing diajak menari tortor di pelataran Museum Hutabolon Simannindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Minggu (1/9/2013). Ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya dan tradisi khas Batak Toba kepada dunia luar. KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQPara pelancong asing diajak menari tortor di pelataran Museum Hutabolon Simannindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Minggu (1/9/2013). Ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya dan tradisi khas Batak Toba kepada dunia luar.
EditorI Made Asdhiana
BALIGE, KOMPAS — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, bersama kelompok penggiat Taman Bumi atau Geopark Kaldera Toba selama Jumat dan Sabtu (21/2/2015) menggelar Festival Budaya Tumba dan Tari Tortor bagi anak-anak dan remaja di tepian Danau Toba. Gelaran budaya dengan kemasan kontemporer itu diyakini bisa menjadi etalase seni dan menarik wisatawan mancanegara dan dalam negeri.

Ribuan warga dari sejumlah daerah pun memadati Desa Huta Nagodang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, yang berada tepat di tepi Danau Toba. Di wilayah ini terdapat beberapa singkapan geologi yang berumur puluhan ribu hingga jutaan tahun, yang termasuk dalam situs dilindungi sebagai bagian dari Taman Bumi Kaldera Toba.

Festival Tumba atau menari sambil menyanyi diikuti 20 sekolah dasar. Festival Tortor melibatkan 15 SMA di Tapanuli Utara. Seluruh peserta memakai pakaian adat suku Batak serta kain ulos. Puluhan wisatawan asing juga mengikuti pergelaran itu.

Menurut RE Nainggolan, pendiri RE Foundation yang menjadi penggiat Taman Bumi Kaldera Toba, Festival Tumba dan Tortor digelar untuk mengampanyekan pentingnya pelestarian kawasan Kaldera Toba sebagai warisan dunia. ”Kami ingin melibatkan masyarakat untuk ikut serta mendukung Geopark Kaldera Toba masuk dalam Global Geopark Network (GGN) ke UNESCO,” jelasnya.

Nainggolan, yang juga mantan Bupati Tapanuli Selatan, berharap warga di tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba paham, didaftarkannya Geopark Kaldera Toba dalam GGN UNESCO, akan memberi banyak keuntungan di sektor infrastruktur pembangunan sarana prasarana, kemajuan ekonomi, dan pariwisata.

Sekretaris Forum Sisingamaraja XII Mangarimpun Parhusip menambahkan, saat ini semakin sedikit generasi muda Batak yang bisa menarikan tortor dan menyenandungkan lagu Batak. Kondisi itulah yang mendorong festival itu digelar.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan, lewat seni, ia ingin memunculkan pariwisata berbasis edukasi, ekologi, serta ekonomi kreatif. (GRE)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.