Kompas.com - 24/02/2015, 15:24 WIB
Warga keturunan Tionghoa mengikuti tradisi peringatan kedatangan Kongco Sam Poo Tay Djien atau dikenal sebagai Cheng Ho di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2013). Diperkirakan pada abad XV, Laksamana Cheng Ho dengan armada baharinya mengarungi samudra untuk mengunjungi Asia dan Afrika. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAWarga keturunan Tionghoa mengikuti tradisi peringatan kedatangan Kongco Sam Poo Tay Djien atau dikenal sebagai Cheng Ho di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2013). Diperkirakan pada abad XV, Laksamana Cheng Ho dengan armada baharinya mengarungi samudra untuk mengunjungi Asia dan Afrika.
EditorI Made Asdhiana
SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya akan mengembangkan destinasi wisata baru Jalur Samudra Cheng Ho yang diresmikan Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo pada pekan lalu di Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati di Surabaya, Senin (23/2/2015) mengatakan, ada jejak sejarah siar Islam di Surabaya yang dibuktikan dengan adanya beberapa situs. "Surabaya dan Semarang sama-sama memiliki jejak itu. Itu merupakan distinasi yang luar biasa," katanya.

Destinasi wisata baru Jalur Samudra Cheng Ho terdapat di 10 daerah di Indonesia yaitu Batam, Aceh, Palembang, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya, dan Bali. Tujuan wisata baru Jalur Samudra Cheng Ho diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, terutama dari Tiongkok.

Menurut Wiwiek, wisatawan mancanegara yang masuk ke Surabaya setiap tahun sekitar 1,64 juta, sedangkan wisatawan domestik hampir 13 juta. "Mereka juga mengunjungi jalur religi seperti Makam Sunan Ampel yang juga ada keterkaitan dengan siar Islam. Selain itu juga Masjid Cheng Ho di Surabaya juga masuk sebagai destinasi wisata religi di Surabaya yang juga dikunjungi banyak wisatawan," katanya.

Untuk itu, lanjut Wiwiek, harus ada pengembangan di destinasi baru itu. Pengembangan tidak bisa lepas dari kebersihan, keamanan, ketersediaan informasi.

Adapun strategi pemasarannya adalah menjadikan Wisata Samudra Cheng Ho sebagai komoditas industri pariwisata yang harus disampaikan kepada pihak hotel, restoran, dan biro perjalanan. "Itu sudah menjadi satu paket," tambah Wiwiek.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.