Wow, Ribuan Boneka di Sepanjang 60 Anak Tangga

Kompas.com - 24/02/2015, 20:18 WIB
Ribuan boneka diletakan di anak tangga di daerah Katsuura, Perfektur Chiba, Jepang, sebagai perayaan Festival Hina Matsuri. Asahi.comRibuan boneka diletakan di anak tangga di daerah Katsuura, Perfektur Chiba, Jepang, sebagai perayaan Festival Hina Matsuri.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
TOKYO, KOMPAS.com - Festival boneka untuk anak perempuan atau "Hina Matsuri" biasanya diadakan 3 Maret atau awal Maret di Jepang dengan menyajikan lima susunan tangga yang semua berisi boneka.

Saat matsuri (festival) ini kita mendoakan agar pertumbuhan sang anak semakin baik, cantik, sukses, dan pintar di masa depan. Namun Hina Matsuri di Katsuura Perfektur Chiba ini luar biasa besarnya.

Mulai Jumat (20/2/2015) kemarin hiasan boneka bertangga-tangga, sekitar 60 anak tangga, semua dihiasi boneka Jepang yang cantik-cantik untuk merayakan festival Hina. Jumlah boneka pun sekitar 1.200 boneka dipajang di tangga batu tersebut di Kuil Tomisaki.

Asahi.com Pengunjung melihat ribuan boneka yang diletakan di anak tangga di daerah Katsuura, Perfektur Chiba, Jepang, sebagai perayaan Festival Hina Matsuri.
Tak heran banyak sekali pengunjung termasuk wisatawan yang berpasangan mengambil gambar foto dengan latar belakang boneka-boneka tersebut. Seorang pengunjung yang berasal dari Tokyo, Kuniko Yamasaki (25) mengakui kaget sebagai warga Jepang baru pertama kali melihat banyaknya boneka di deretan puluhan anak tangga tersebut.

Beruntung sekali udara cerah di Kanto (Tokyo dan sekitarnya) tidak turun hujan saat ini sehingga pemandangan indah warna warni tersebut semakin menarik pehatian banyak pengunjung. Pemajangan boneka tersebut akan berlangsung sampai dengan tanggal 3 Maret 2015.

Hina Matsuri biasanya dirayakan dengan memajang satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, putri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian.

Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal dari permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka putri). Walaupun disebut matsuri, perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan.

Sebelum hari perayaan tiba, biasanya anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hina Matsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial.

(Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X