Kompas.com - 25/02/2015, 13:19 WIB
Kawasan kota tua di Kembang Jepun, Surabaya, Selasa (3/2/2015). Kawasan ini berpotensi  dijadikan lokasi wisata, tetapi masih perlu penataan tanpa mengubah bentuk bangunan yang umumnya berstatus cagar budaya. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAKawasan kota tua di Kembang Jepun, Surabaya, Selasa (3/2/2015). Kawasan ini berpotensi dijadikan lokasi wisata, tetapi masih perlu penataan tanpa mengubah bentuk bangunan yang umumnya berstatus cagar budaya.
EditorI Made Asdhiana
BERKUNJUNG ke Surabaya jangan lupa mampir di Jalan Karet di kawasan Kembang Jepun. Di kiri-kanan jalan sepanjang 100 meter di kawasan pecinan Surabaya umumnya terdapat bangunan tua dan sarat sejarah, termasuk tiga rumah abu. Semua bangunan berstatus cagar budaya sehingga pemilik tidak semena-mena melakukan perubahan, terutama bagian depan dan luar bangunan.

”Bangunan paling ujung itu sudah ditawar Rp 3 miliar, tapi belum ada peminat. Mau dibuat toko atau depot tanpa lahan parkir? Mau dirombak bisa kena sanksi karena berstatus cagar budaya,” kata Hanny Hartono, pemilik Depot Sari di Jalan Karet 112, memberi contoh betapa sulitnya memoles kawasan pecinan itu agar turis betah meski sekadar memandang bangunan tua sarat sejarah.

Sejatinya pecinan Surabaya, kata generasi ketiga depot dengan menu andalan sop buntut itu, adalah Jalan Karet yang dulu disebut Jalan Pecinan Kulon. Sebagai pusat perdagangan dan dekat ke Pelabuhan Tanjung Perak, kawasan itu sangat berpotensi jadi tempat piknik. Apalagi akhir-akhir ini, puluhan kapal pesiar dari sejumlah negara mampir di Tanjung Perak sehingga turis dapat digiring mengitari kawasan kota tua Surabaya ini.

Asal mula bangunan di Jalan Karet memang ruko. Bagian luar umumnya tak tersentuh perawatan. Padahal bagian dalam banyak berubah sesuai kebutuhan pemilik atau penyewa gedung. ”Jalan sempit dan searah membuat pembeli tak nyaman. Perlu penataan agar Jalan Karet nyaman sehingga layak jual untuk wisata,” kata Hanny.

Beberapa model kegiatan digelar di kawasan Kembang Jepun agar kawasan kota tua ini tak hanya riuh pada siang hari. Meskipun hanya deretan toko berlantai dua, Kembang Jepun tetap berpotensi menjadi salah satu tujuan wisata. Bahkan cocok untuk wisata sejarah atau sekadar napak tilas perlawanan arek Suroboyo untuk mengusir penjajah pada 1945.

Seperti diungkap Ina Silas dari House of Sampoerna, Kembang Jepun sangat layak menjadi salah satu obyek wisata di Surabaya. Faktor perdagangan multikultural yang berlangsung hingga sekarang justru realitas kehidupan pembauran. Pedagang tidak didominasi suku tertentu, tetapi pembauran budaya Tionghoa, Arab, Madura, dan Jawa berdagang dengan cara dan gaya masing-masing yang justru menarik.

Turis yang berkunjung ke kawasan itu, menurut Ina, tak perlu naik kendaraan bermotor, tetapi jalan kaki, naik sepeda, atau becak. Di sekitar Jembatan Merah masih ada becak berseliweran di wilayah bebas becak. Turis dapat menikmati bangunan cagar budaya serta suasana perdagangan tradisional yang masih kental. Pemandu wisata pun kerap membawa turis ke Kembang Jepun yang dekat dengan Pasar Pabean dan kompleks Mesjid Sunan Ampel.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk lebih menambah kemolekan kawasan itu, lanjut Ina, Pemerintah Kota Surabaya dapat mulai menata, termasuk membangun jalur pedestrian di sepanjang jalan raja Wali, tetapi belum sampai Kembang Jepun.

Soal promosi, sekumpulan penarik becak sudah menciptakan paket naik becak keliling kota tua Surabaya naik becak atau dari House of Sampoerna ke kawasan Ampel. Dalam upaya agar kawasan pecinan lebih siap menjadi destinasi wisata, menurut Ina, sebaiknya Pemkot Surabaya melibatkan masyarakat setempat, tak sekadar menyerahkan kepada investor.

Kenyamanan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Travel Update
Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Travel Update
Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Travel Update
Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Travel Update
Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Travel Update
Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Jalan Jalan
Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Travel Update
Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Travel Update
Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Travel Update
Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Jalan Jalan
Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Travel Tips
Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Travel Update
Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Travel Tips
Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Museum Angkut di Kota Batu Terbaru 2021

Jam Buka dan Harga Tiket Museum Angkut di Kota Batu Terbaru 2021

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X