Wisatawan Butuh Oleh-oleh, Warga Sekitar Borobudur Buka Sanggar Kerajinan

Kompas.com - 26/02/2015, 10:22 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
MAGELANG, KOMPAS.com - Setiap tahun, Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dikunjungi oleh jutaan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Potensi tersebut menjadi peluang bagi para perajin di sekitar Candi Buddha terbesar itu untuk mengembangkan bisnis kerajinan.

Salah satunya dengan membangun sanggar kerajinan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sebelah utara parkir Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). Ada ratusan jenis produk hasil kreasi 125 perajin asal Boorobudur dan sekitarnya. Seperti batik, kerajinan tangan, lukisan, hingga aneka cemilan tradisional khas Borobudur. (Baca juga: "Travel Warning" Australia Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Borobudur)

"Ini salah satu upaya kami untuk menggali pertumbuhan pariwisata di Borobudur, kami menangkap peluang wisatawan Candi Borobudur yang terus meningkat setiap tahun," kata Jamari, Direkur Utama BUMDes Graha Mandala Borobudur, Rabu (25/2/2015).

Jamari menjelaskan, sanggar tersebut dimaksudkan untuk menjadi tempat berkarya dan pameran secara rutin sekaligus membuka pintu pemasaran seluas-luasnya bagi para perajin Borobudur. Sehingga diharapkan semakin meningkatkan omset penjualan produk-produk mereka. "Kami berharap sanggar ini dapat mengakomodasi jejaring pelaku pariwisata dan penjualan online yang akan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin Borobudur," jelasnya.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO-FIKRIA HIDAYAT Lanskap Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Sabtu (28/6/2014). Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
Menurut Jamari, pertumbuhan ekonomi masyarakat Borobudur semakin tinggi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam maupun hasil kerajinan mereka. Namun sejauh ini mereka masih menggantungkan wisatawan yang ada di zona II Candi Borobudur, padahal pengembangan sekaligus pemasaran produk bisa dilakukan di luar zona tersebut.

"Jangan sampai mereka berjubel hanya di satu zona (II) saja tetapi luar zona candi. Di sini kami dilatih menjadi produsen yang memiliki kemampuan dalam manajemen, baik pemasaran dan sebagainya," ujarnya.

Jamari menambahkan, pihaknya menggandeng sejumlah pihak untuk turut mendukung keberadaaan sanggar tersebut, seperti Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, Manajemen PT TWCB, Yayasan Trisakti Arum Lestari Yogyakarta dan stakeholder setempat. "Sanggar ini juga medapat dukungan dari pemerintah Finlandia," tambah Jamari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.