Menpar: Bali, Jendela Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 27/02/2015, 09:16 WIB
Tarian Kecak di Kawasan Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
KOMPAS IMAGES/DINO OKTAVIANOTarian Kecak di Kawasan Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak heran jika harum Bali sudah merebak di mana-mana. Mungkin dunia sudah tahu bahwa Indonesia adalah Bali. Maka tidak heran Bali disebut-sebut sebagai "jendela pariwisata" Indonesia.

"Bali merupakan 'jendela pariwisata' Indonesia. Sangat efektif dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara," ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya saat ditemui pada pembukaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (26/2/2015). (Baca juga: Rekreasi Sambil Melihat Penyu Hijau Tertua di Benoa)

Berdasarkan data kunjungan wisman ke Indonesia, Bali meraup total kunjungan sekitar 40 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia. Hal ini tentu menjadi poin utama yang menjadikan Bali sebagai spot pilihan tempat berlangsungnya acara dengan nama "Bali & Beyond Travel Fair" 2015 ini.

"Lewat BBTF 2015 ini akan menarik minat buyers internasional untuk berbelanja paket wisata yang ada di Bali dan destinasi wisata di kawasan Indonesia Timur (Bali beyond)," ujar Arief. (Baca juga: Mulai Bosan Berlibur ke Bali? Coba Nonton Makepung... )

Menurut Menpar, Bali nantinya diharapkan akan membawa Indonesia kepada dunia. "Karena dengan Bali yang sudah dikenal nantinya tentu akan bisa memperkenalkan nusantara kepada dunia," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X