Kompas.com - 27/02/2015, 13:52 WIB
Ikan bakar menjadi satu-satunya menu yang disajikan di Rumah Makan Purnama di Desa Masbagik Utara, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/10/2014). KOMPAS/HENDRA A SETYAWANIkan bakar menjadi satu-satunya menu yang disajikan di Rumah Makan Purnama di Desa Masbagik Utara, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/10/2014).
EditorI Made Asdhiana
IKAN bakar berbalur minyak kelapa disantap sembari memandang pematang sawah. Itulah sensasi bersantap di Desa Masbagik, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Di tengah hamparan kolam ikan dan kolam kangkung yang hijau segar, kami duduk lesehan di gazeboyang atapnya bertutup jalinan alang-alang. Sambil menunggu hidangan makan siang datang, kami duduk-duduk mengobrol sambil menatap pemandangan sawah dan buaian gemercik air. Harum ikan bakar sayup-sayup menggoda indera penciuman.

Ibarat sate, nila bakar itu disajikan menggunakan tusukan dari bilah-bilah bambu sepanjang lebih kurang 30 sentimeter. Dari luar, nila bakar terlihat kering dan bersih tanpa bumbu. Namun, saat disobek, daging ikannya yang berwarna putih terasa gurih dan tercecap segar.

Olesan minyak kelapa rupanya menjadi jawabannya. Sebelum dibakar di atas arang, badan ikan yang telah dibersihkan dilumuri campuran minyak kelapa dan garam. Tujuannya, agar ikan tidak gosong saat dibakar. Campuran minyak kelapa dan garam juga sekaligus memberi rasa gurih tetapi tidak menutupi rasa daging ikan nila.

Rasa ikan nila bakar yang gurih semakin lengkap dengan sambal totok yang terbuat dari campuran ulekan cabai, bawang merah, terasi, dan garam. Meski terasa pedas di lidah, seperti sambal khas Lombok, sajian nila bakar sambal totok ini tetap ”mengundang” wisatawan dari Belanda, Jerman, Jepang, Hongkong, dan Malaysia untuk turut mencoba.

Sebagai menu pelengkap, disajikan pula urap sayuran berisi rebusan daun kangkung dan taoge. Cita rasanya tidak terlalu berbeda dengan urap khas Jawa. Bedanya, kangkung asli Lombok terasa lebih renyah dan segar. Cita rasa kangkung yang renyah ini kerap dibanggakan sebagai keunggulan kangkung asal Lombok oleh warganya.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Menu lengkap di Rumah Makan Purnama di Desa Masbagik Utara, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/10/2014).
”Kebetulan, kami menanam sendiri kangkung yang disajikan di sini,” kata Wariadi (36), pemilik Rumah Makan (RM) Purnama. Tangannya menunjuk kolam kangkung tidak jauh dari gazebo tempat kami duduk.

Ada juga pilihan sayur bening dan hidangan ayam bakar/goreng. Sayur bening disajikan dalam paket yang sama dengan ikan nila bakar, sambal totok, dan urap. Namun, untuk memudahkan pelayanan, khusus menu ayam bakar/goreng harus dilakukan melalui pemesanan lebih dahulu. Maklum saja, rumah makan Wariadi memang jarang sepi. Apalagi, saat jam makan siang, orang kerap harus antre untuk bisa duduk bersantap.

Daerah terpencil

Wariadi membuka rumah makan pada 2002. Sebenarnya ia tidak terpikir untuk membuka rumah makan. Harap maklum, lokasi lahan sebenarnya berada di daerah terpencil. Jaraknya mencapai 47 kilometer dari Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat. Bahkan, di masa lalu daerah itu dikenal sebagai daerah rawan maling (pencuri).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

Jalan Jalan
Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Jalan Jalan
Asyik, Danau Maninjau Akan Punya Cable Car

Asyik, Danau Maninjau Akan Punya Cable Car

Travel Update
Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Travel Update
Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Travel Update
Aturan Baru Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Pemula Wajib Didampingi

Aturan Baru Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Pemula Wajib Didampingi

Travel Update
Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Travel Update
Aktivitas Seru di Telaga Batu Bogor, Berenang hingga Trekking

Aktivitas Seru di Telaga Batu Bogor, Berenang hingga Trekking

Jalan Jalan
15 Pulau Terbaik untuk Pensiun Tahun 2021, Ada dari Indonesia

15 Pulau Terbaik untuk Pensiun Tahun 2021, Ada dari Indonesia

Travel Tips
Periode Lebaran 2021, Penjualan Tiket Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Periode Lebaran 2021, Penjualan Tiket Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Travel Update
4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Turki untuk Pemula

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Turki untuk Pemula

Travel Promo
Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Travel Update
Mudik Dilarang, Pegipegi Siapkan Strategi Spesial Lebaran 2021

Mudik Dilarang, Pegipegi Siapkan Strategi Spesial Lebaran 2021

Travel Promo
Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Nganjuk Dipastikan Tetap Buka

Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Nganjuk Dipastikan Tetap Buka

Travel Update
Rencana Rute Penerbangan Baru Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara

Rencana Rute Penerbangan Baru Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X