Kompas.com - 28/02/2015, 13:21 WIB
Bangunan Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (29/6/2014). Lawang Sewu merupakan gedung peningggalan dari perusahaan kereta api swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada tahun 1904. Kristianto Purnomo-Fikria HidayatBangunan Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (29/6/2014). Lawang Sewu merupakan gedung peningggalan dari perusahaan kereta api swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada tahun 1904.
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com - Bangunan bersejarah Lawang Sewu di Semarang setiap harinya dikunjungi setidaknya 1.000 hingga 1.500 wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Kalau dirata-rata memang segitu, 1.000-1.500 orang per hari. Pada hari libur atau hari raya, lebih banyak lagi," kata Manager Museum PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sapto Hartoyo di Semarang, Jumat (27/2/2015).

Ia menyebutkan jumlah wisatawan yang mengunjungi Lawang Sewu pada Januari 2015 tercatat sebanyak 54.256 orang atau meningkat sekitar 32 persen dibanding Januari 2014 sebanyak 40.825 orang.

Bahkan, lanjut Sapto, jumlah pengunjung Lawang Sewu pada tanggal 1 Januari 2015 atau memasuki tahun baru mampu menembus sampai 5.000 orang dalam satu hari yang merupakan angka cukup fantastis.

Menurut dia, pengunjung Lawang Sewu yang kini berfungsi sebagai museum perkeretaapian kebanyakan memang dari kalangan turis asing yang difasilitasi oleh biro-biro perjalanan wisata.

"Kami memang mengajak kerja sama biro-biro perjalanan wisata untuk mengajak turis asing mampir ke sini. Terbukti, kerja sama ini mampu mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lawang Sewu," katanya.

Di samping itu, Sapto mengatakan kerja sama juga dijalin dengan berbagai pihak untuk menggelar kegiatan di Lawang Sewu, seperti pameran, seminar, dan kegiatan seni, dan kegiatan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dinas Pendidikan juga kami ajak kerja sama. Para siswa diajak rekreasi ke Lawang Sewu. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga, Asosiasi Perusahaan Wisata Indonesia (Asita), dan sebagainya," katanya.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah.
Sapto mengakui jumlah pengunjung Lawang Sewu dari tahun ke tahun memang terus meningkat, mulai dari 2012 sebanyak 121.696 wisatawan, pada 2013 meningkat menjadi sebanyak 234.206 wisatawan.

"Pada 2014, jumlah pengunjung melebihi angka 400 ribu. Kami mendapatkan data pengunjung itu berdasarkan jumlah tiket masuk yang terjual. Kalau dirata-rata sekitar 1.000 wisatawan per hari," katanya.

Seiring dengan kian banyaknya wisatawan yang mengunjungi Lawang Sewu, ia mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan dan melengkapi sarana dan prasarana, serta fasilitas penunjangnya. "Kami tengah merenovasi Gedung B Lawang Sewu. Kami akan lengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti toilet, kebersihannya kami jaga, serta fasilitas-fasilitas lainnya," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.