Kompas.com - 01/03/2015, 11:08 WIB
Pasar terapung Sungai Martapura di pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 23 Maret 2014. Berbeda dengan pasar terapung lainnya di Kalsel, pasar terapung yang baru ada setahun ini sengaja diadakan tiap minggu pagi berbarengan dengan kegiatan car free day. KOMPAS IMAGES / FIKRI HIDAYATPasar terapung Sungai Martapura di pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 23 Maret 2014. Berbeda dengan pasar terapung lainnya di Kalsel, pasar terapung yang baru ada setahun ini sengaja diadakan tiap minggu pagi berbarengan dengan kegiatan car free day.
EditorI Made Asdhiana
BANJARMASIN, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata setempat kian menggalakkan wisata susur sungai Kota Banjarmasin dan sungai lain di wilayah provinsi tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Mohandes saat menerima kunjungan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dan Forum Komunitas Hijau (FKH) di rumahnya, Sabtu (28/2/215) sore, mengakui jenis wisata susur sungai memiliki nilai jual tinggi kepada wisatawan.

"Melalui wisata susur sungai, wisatawan bisa menikmati keindahan alam, budaya air, serta aneka kerajinan dan kuliner masyarakat yang dilalui," katanya.

Menurut Mohandes, wisata susur sungai dengan memanfaatkan kapal-kapal sungai yang dimodifikasi menjadi kapal wisata menyusuri Sungai Martapura dan Barito serta anak-anak sungai yang di wilayah Banjarmasin mencapai 105 sungai.

Dalam wisata susur sungai di Banjarmasin, wisatawan bisa mengunjungi pasar terapung baik yang ada di Desa Kuin Sungai Martapura, atau di pasar terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar.

Kemudian wisatawan bisa juga mengunjungi Pulau Kembang yang dihuni ratusan kera abu-abu jinak atau ke Pulau Kaget, habitat bekantan (Nasalis larvatus), kemudian bisa menyusuri sungai hingga ke Kabupaten Hulu Sungai Utara menyaksikan kehidupan kerbau rawa.

KOMPAS/ADI SUCIPTO Seekor bekantan (Nasalis larvatus) bertengger di dahan di Pulau Bukut, delta di tengah sungai Barito yang ada di bawah jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan Sabtu (26/5/2013). Dari atas jembatan atau dari perahu klothok bisa disaksikan bekantan berloncatan dari dahan ke dahan.
Setelah puas wisata susur sungai, wisatawan bisa menikmati wisata petualangan ke Pegunungan Meratus yang menawarkan keasrian alam, kehidupan suku pedalaman, dan aneka flora dan fauna di wilayah ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai wisata satwa bekantan, lanjut Mohandes, merupakan daya tarik tersendiri. Hanya saja satwa itu sulit dikunjungi di suatu tempat, artinya bila wisatawan berkunjung ke suatu tempat seharusnya dipastikan bisa menyaksikan kehidupan binatang tersebut.

Oleh karena itu, Mohandes berharap SBI bisa mencarikan lokasi di Kalsel yang terdapat sekumpulan bekantan yang mudah dijangkau melalui susur sungai.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.