Kompas.com - 03/03/2015, 13:54 WIB
Anggota Jogja Astro Club tengah mengamati fenomena alam gerhana matahari sebagian yang terlihat dari Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (10/5/2013). Gerhana matahari sebagian tersebut berlangsung mulai pukul 05.58 WIB hingga pukul 06.25 WIB. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Anggota Jogja Astro Club tengah mengamati fenomena alam gerhana matahari sebagian yang terlihat dari Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (10/5/2013). Gerhana matahari sebagian tersebut berlangsung mulai pukul 05.58 WIB hingga pukul 06.25 WIB.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS - Pelaku sektor industri pariwisata di Indonesia belum merespons potensi wisata terkait gerhana matahari total yang akan melalui sejumlah titik di wilayah Indonesia pada 9 Maret 2016. Padahal, peristiwa yang jarang terjadi itu berpotensi menarik wisatawan asing ke Indonesia.

Public Relations and Marketing Communication PT Go Online Destinations atau pegipegi.com Anggara Yudha Pratama kepada Kompas, Senin (2/3/2015), di Jakarta, mengatakan, hingga kini belum ada promosi bagi wisatawan terkait peristiwa gerhana matahari total.

Pegipegi.com adalah perusahaan jasa perjalanan dan perhotelan yang melayani pemesanan tiket dalam jaringan.

”Kami hanya menambah daftar hotel di daerah-daerah yang dilalui gerhana matahari total. Kami ingin jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia saat itu bisa banyak dan semua akomodasi penginapan mampu menampung,” ujar Anggara.

Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) Pauline Suharno mengatakan, Astindo menjual tiket sesuai promosi umum dari maskapai penerbangan. ”Kami belum tahu apakah maskapai penerbangan akan mengeluarkan kebijakan promosi terkait gerhana matahari total itu. Belum ada pembicaraan juga soal itu,” ujarnya.

Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Tazbir mengatakan, Kementerian Pariwisata akan fokus pada promosi melalui sinergi dengan dinas dan pelaku wisata di daerah-daerah.

”Dua minggu lalu, kami melakukan rapat dengan Lapan di Bandung. Kami masih mendiskusikan bentuk dukungan pemerintah mengenai potensi wisata terkait gerhana matahari total itu,” tutur Tazbir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia Deddy H Sutisno mengatakan, pemerintah perlu menyusun program atraksi budaya lokal yang dapat menambah daya tarik wisata di daerah-daerah yang dilalui gerhana matahari total.

”Contohnya, wisata pelayaran. Pada 2015, pemerintah akan menyelenggarakan wisata nasional pelayaran Sail Tomini di Sulawesi Tengah. Kebetulan, daerah itu diperkirakan dilalui gerhana matahari total. Saya mendengar pemerintah daerah di sana sudah mulai berpromosi,” ujarnya.

Berdasarkan laman NASA, gerhana matahari total dapat disaksikan di Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat), Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Selat Karimata, Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Palu (Sulawesi Tengah), perairan Laut Maluku, Maluku Utara, dan perairan Laut Halmahera. (MED)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.