Kompas.com - 03/03/2015, 15:36 WIB
Pengunjung datang ke Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (19/4/2011). Untuk masuk dan menikmati wisata sejarah di museum ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 2.000 per orang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPengunjung datang ke Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (19/4/2011). Untuk masuk dan menikmati wisata sejarah di museum ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 2.000 per orang.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menambah koleksi baru berupa kendaraan yang biasanya digunakan pada masa perjuangan, yaitu Jeep Willys.

"Dari hasil riset yang dilakukan, kami memperoleh Jeep Willys buatan 1946 yang digunakan saat ibu kota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta," kata Kepala Museum Benteng Vredeburg Zaimul Azzah di Yogyakarta, Senin (2/3/3015).

Menurut dia, kendaraan tersebut digunakan oleh tentara Indonesia dan sempat digunakan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI.

Ia berharap, kendaraan yang didominasi warna hijau tua tersebut akan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pada tahun ini.

Berdasarkan data, jumlah pengunjung ke Museum Benteng Vredeburg terus mengalami peningkatan sejak dua tahun lalu. Pada 2013 ke 2014, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan hingga 26 persen.

Selama dua bulan pertama 2015, tingkat kunjungan ke museum yang terletak di sekitar Titik Nol Kilometer tersebut, juga cukup tinggi. Sepanjang Januari, museum dikunjungi sekitar 33.000 wisatawan.

"Pada Februari, tingkat kunjungan juga cukup baik. Jika dihitung, rata-rata tingkat kunjungan ke museum mencapai sekitar 1.000 orang per hari," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, tingkat kunjungan sepanjang 2015 bisa mencapai lebih dari 300.000 wisatawan atau naik sekitar 15 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Tiket masuk ke museum tidak terlalu mahal. Bahkan untuk rombongan ada potongan harga," katanya. Tiket masuk untuk dewasa Rp2.000 per orang dan anak-anak Rp1.000 per orang.

Saat ini, jumlah koleksi di Museum Benteng Vredeburg mencapai lebih dari 6.000 barang yang didominasi benda-benda yang digunakan pada masa perjuangan, seperti meriam, foto-foto perjuangan, dan diorama.

Pada tahun ini, Dinas Kebudayaan DIY kembali menghidupkan program "Wajib Kunjung Museum". Dinas menyiapkan sejumlah bus untuk mengantar siswa mengunjungi museum. (Eka Arifa Rusqiyati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

5 Fakta Menarik Gedung Sarinah yang Akan Dibuka Kembali Maret 2022

Jalan Jalan
13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

13 Wisata di Majalengka Jawa Barat, dari Curug hingga Terasering

Jalan Jalan
Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Abang Expo 2022 di Lhokseumawe, Ada Pameran Foto sampai Pemuataran Film

Jalan Jalan
Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Bukit Jamur Ciwidey, Wisata Alam Pohon Cemara dan Kebun Teh

Jalan Jalan
Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Thamrin Skycrapers, Kenali Sejarah Gedung-gedung Pencakar Langit Sambil Jalan Kaki

Jalan Jalan
Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Makan Steak Anti-mainstream di Docafe Surabaya

Jalan Jalan
6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

6 Wisata Sekitar Gunung Bromo, Ada Air Terjun Tertinggi di Jawa

Jalan Jalan
Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Sandiaga Uno: TMII Sedang Ditata Ulang untuk Hadirkan Wajah Baru

Travel Update
5 Penginapan di Sentul dengan Pemandangan Alam, Cocok untuk Keluarga

5 Penginapan di Sentul dengan Pemandangan Alam, Cocok untuk Keluarga

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.