Kompas.com - 04/03/2015, 12:19 WIB
EditorI Made Asdhiana
DI pusat kota Helsinki, Finlandia, cuaca dingin tertaklukkan oleh paduan rasa yang tersaji anggun di atas meja. Di tengah suasana sendu musim dingin, berkumpul di ruang yang hangat, sambil menikmati makanan yang akrab menyapa lidah sungguh sebuah anugerah.

Makanan Finlandia pada dasarnya menggunakan bumbu-bumbu dasar yang sederhana, yakni garam dan lada dengan sumber-sumber bahan makanan utama berasal dari hutan dan danau. Menu didominasi ikan dan daging yang dikombinasi dengan sayuran dan aneka jamur. Bahan lain, seperti beri, keluarga serealia, dan produk turunan susu, juga banyak dieksplorasi.

Sejarah pernah dijajah Swedia dan Rusia berpengaruh pada khazanah kuliner Finlandia. Ringan dan sederhana adalah kata yang tepat untuk rasa yang ditawarkan makanan Finlandia, seperti tersaji di Restoran Juuri dan Lasipalatsi di Helsinki, ibu kota Finlandia. Saat makan siang di Juuri bersama rombongan jurnalis dari Eropa dalam rangka Lux Helsinki Press Trip, kami mengawali dengan menu pembuka berupa dua sapas yang merupakan salah satu makanan khas Finlandia.

Di Juuri, porsi sapas dibuat sekali suap dan pas untuk mengganjal perut tetapi tidak membuat kenyang sambil menanti datangnya menu utama. Namun, sebenarnya sapas tidak hanya diperlakukan sebagai pembuka, tetapi juga bisa disantap kapan saja sepanjang acara makan.

Sapas pertama berupa salad dari jamur hutan yang diasinkan danpure bawang bombai asap yang ditaruh di atas sepotong roti brioche. Sapas kedua berupa cacahan ikan trout yang sebelumnya telah diproses, ditambah keju krim, akar bit, acar akar parsley, dan semacam keripik dari adonan roti yang terlebih dulu difermentasi.

Sambil berbincang, tak terasa menu utama tiba, berupa irisan tipis atau fillet daging ikan char yang rasanya gurih dan ringan. Mentega memberi rasa asin pada dagingnya yang lembut. Sama seperti ikan trout, ikan char ini juga berasal dari wilayah lingkar Kutub Utara, tepatnya dari Pulau Åland yang berada di bagian barat kepulauan di wilayah Finlandia. Ikan ini digoreng satu sisinya di atas penggorengan datar, lantas dipadu dengan kentang mutiara yang dihaluskan, acar bawang merah, kacang polong, saus asam yang lembut dan penampilannya seperti buih, dan sedikit beurre blanc atau ”mentega putih”, yakni saus yang terbuat dari mentega dan cuka.

Konsep perpaduan menu tradisional dan kontemporer yang dijanjikan Juuri tampak dalam menu ini. Menurut sang chef, Jukka Nykanen, biasanya ikan char diolah dengan cara digoreng lantas ditambah kentang rebus, saus krim, dan kadang-kadang kacang polong. ”Namun, dalam menu ini, kami berusaha menawarkan konsep baru. Misalnya, kami mengganti kentang rebus dengan jenis kentang mutiara yang diolah menjadi pure. Untuk bumbunya, kami tetap menggunakan bumbu klasik,” kata Jukka.

Untuk penutup, beberapa jenis keju produksi rumahan dipadu dengan gooseberry setengah kering dan selai gooseberry. Beberapa teman memilih kue apel panggang yang diberi krim keju. Keju, susu asam, dan produk turunan susu lainnya berasal dari sapi, sisanya dari susu kambing Kyyttö, jenis kambing lokal yang diternakkan di dalam hutan wilayah timur Finlandia.

Pada musim dingin, tentu saja sayuran, buah-buahan, beri, kacang-kacangan, dan hijauan lain yang disajikan tidak seberagam saat musim panas. Biasanya, hanya berupa jamur dan akar-akar sayuran yang diawetkan dengan cara tertentu, seperti dibekukan, dikeringkan, atau dibuat acar.

KOMPAS/SRI REJEKI Suasana di Restoran Lasipalatsi, Helsinki , Finlandia.
Istana kaca

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Jalan Jalan
Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Travel Update
Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.