Kompas.com - 04/03/2015, 18:03 WIB
Halilintar bersama istrinya, Lenggogeni Faruk dan anak-anak pada peluncuran buku 'Kesebelasan GenHalilintar: My Family My Team' di pameran buku Islamic Book Fair 2015, Istora Senayan Jakarta, Rabu (4/3/2015). Sepasang suami istri dengan 11 anak ini telah berkeliling dunia selama 22 tahun ke 5 benua. Lenggogeni bahkan traveling dalam kondisi hamil dan beberapa anaknya lahir di luar negeri. KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI FHalilintar bersama istrinya, Lenggogeni Faruk dan anak-anak pada peluncuran buku 'Kesebelasan GenHalilintar: My Family My Team' di pameran buku Islamic Book Fair 2015, Istora Senayan Jakarta, Rabu (4/3/2015). Sepasang suami istri dengan 11 anak ini telah berkeliling dunia selama 22 tahun ke 5 benua. Lenggogeni bahkan traveling dalam kondisi hamil dan beberapa anaknya lahir di luar negeri.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com — Tanpa pengasuh, tanpa pembantu, tanpa baby sitter, pasangan suami istri (pasutri) berdarah Minang, Halilintar (44) dan Lenggogeni Faruk (42), berkeliling dunia bersama 11 anak mereka, yaitu 6 putra dan 5 putri.

Pasutri ini telah berkeliling dunia sejak tahun 1993. Anak tertuanya kini berusia 20 tahun, sementara si bungsu berusia 2 tahun. "Kami menikah muda saat sama-sama masih kuliah di UI. Nikah tahun 1993 dan traveling sejak itu, bahkan sebelum saya hamil," kata Lenggogeni kepada Kompas Travel di Jakarta, Rabu (4/3/2015).

Bahkan saat hamil pun, Lenggogeni tetap melakukan perjalanan di dalam maupun luar negeri. Negara pertama yang disinggahi adalah Malaysia. Sebagian anaknya lahir di luar negeri, seperti Thariq Halilintar lahir di Brunei Darussalam. "Total sudah ke lima benua. Ya, hampir 100 negara," kata Halilintar.

Keluarga ini selalu melakukan traveling bersama-sama. Uniknya setiap anak memiliki tugas masing-masing. Seperti dituturkan Lenggogeni, keluarganya ibarat sebuah hotel. "Ada yang berperan sebagai chef, laundry, dan lainnya," ungkapnya.

Sebagai orangtua yang frequent traveler, anak-anak mereka pun jadi mewarisi jiwa traveler, mulai dari pekerjaan, usaha, sampai sekolah dijalankan secara mobile. "Kami tetap punya rumah, rumah kami di Pondok Indah, tidak nomaden, tetapi kami selalu traveling. Habis ini kami ke Spanyol untuk peluncuran buku kami," kata Halilintar.

Kisah perjalanan pasutri bersama 11 anak mereka berkeliling dunia selama 22 tahun telah dituangkan ke dalam buku berjudul Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team.

Pada buku yang ditulis oleh Lenggogeni dikisahkan perjalanan mereka ke berbagai negara di lima benua, mulai dari Finlandia di Eropa Utara, Afrika, Amerika Serikat, Australia, negara-negara di Asia, sampai Uzbekistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Favorit saya dan keluarga memang Uzbekistan dan Malaysia. Mungkin kalau Malaysia karena serumpun, satu nenek moyang, dan ada kesamaan agama, begitu juga Uzbekistan," kata Halilintar.

Muntaz Halilintar (6) juga mengakui bahwa Uzbekistan adalah negara favoritnya. "Soalnya banyak masjid dan musoleum tokoh-tokoh Islam," katanya.

Lalu negara mana yang akan dikunjungi berikutnya? Halilintar mengaku ingin menjelajahi negara-negara berakhiran "tan" di kawasan Asia Tengah. "Belum semua dikunjungi, baru Uzbekistan. Juga mau ke Tiongkok, karena belum semua daratan Tiongkok kami jelajahi," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.