Kompas.com - 09/03/2015, 14:14 WIB
EditorI Made Asdhiana
KAMPUNG Vietnam seluas 80 hektar di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, sejatinya bukan hanya bekas lokasi penampungan ribuan pengungsi asal Vietnam selama lebih kurang 16 tahun pada 1979-1995. Keberadaannya beserta berbagai peninggalannya layak dicatat sebagai monumen kemanusiaan bangsa Indonesia.

Kisahnya berawal dari pergolakan politik yang melanda Vietnam tahun 1970-an. Pergolakan kian memanas sehingga pecah perang saudara antara kelompok masyarakat bagian selatan dan kelompok masyarakat bagian utara negara itu. (Baca: Hati-hati Saat Belanja Oleh-oleh di Batam)

Karena kondisi semakin tidak menentu dan kian mencekam, ribuan warga bagian selatan Vietnam lalu memilih meninggalkan negerinya. Dengan hanya menggunakan kapal kayu, mereka yang juga disebut sebagai manusia perahu pergi mencari kedamaian atau suaka politik ke sejumlah negara di sekitarnya, termasuk Indonesia.

Khusus perjuangan mencari kedamaian hingga ke Indonesia, mereka nekat mengarungi Laut Tiongkok Selatan yang dikenal ganas. Setelah melewati pelayaran selama berbulan-bulan, perahu pertama berpenumpang 75 pengungsi akhirnya tiba di Indonesia, persisnya di Natuna, Kepulauan Riau, 22 Mei 1975. (Baca: Wisata Pelayaran Cheng Ho untuk Menarik Turis Tiongkok

”Kehadiran pengungsi asal Vietnam di Natuna sekitar 40 tahun lalu itu serentak menjadi pemberitaan meluas. Bahkan, Presiden Soeharto melalui menterinya ketika itu langsung memerintahkan instansi terkait memberikan perhatian berupa bantuan kemanusiaan sepantasnya bagi para pengungsi,” tutur Zaid Adnan, Kepala Museum Wisata Sejarah Kemanusiaan Galang, di Kampung Vietnam, Minggu (8/2).

Pemberitaan itu ternyata menjadi panduan bagi ribuan pengungsi lain mengikuti jejak pendahulunya ke Natuna. Karena jumlah pengungsi terus bertambah, sementara pengamanan semakin menjadi beban tidak ringan lantaran daya tampung kian terbatas, Presiden Soeharto ketika itu mulai mempertimbangkan untuk memindahkan para pengungsi ke daerah aman, yakni kawasan yang benar-benar tertutup dari kemungkinan berinteraksi dengan warga lokal. Setelah mendiskusikannya dengan Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), dicapai kesepakatan memindahkan para pengungsi ke Pulau Galang, tepatnya di Desa Cijantung, tahun 1979.

Setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soeharto, UNHCR lalu membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan pengungsi. ”Dana seluruhnya dari UNHCR, pengerjaan pembangunannya melibatkan pengusaha lokal,” ungkap H Syukur, anggota staf Museum Wisata Sejarah Kemanusiaan Galang.

KOMPAS/FRANS SARONG Salah satu peninggalan bekas kamp pengungsi Vietnam (1979-1995) atau lazim disebut Kampung Vietnam di Desa Cijantung, Pulau Galang, Batam, adalah pekuburan berisi 563 makam.
Keberadaan kawasan penampungan itu justru membuat pengungsi manusia perahu dari Vietnam terus berdatangan. ”Jumlah puncaknya sempat mencapai 250.000 jiwa. Mereka semua ditempatkan dalam kawasan kamp secara terisolasi atau sama sekali tertutup kemungkinan berhubungan dengan masyarakat luar di sekitarnya,” kata Zaid.

Dalam perjalanannya, para pengungsi perlahan diberangkatkan ke sejumlah negara lain yang merelakan fasilitas suaka politik melalui PBB. Sebagian lain belakangan dipulangkan ke Vietnam menyusul kondisi negara asal mereka yang berangsur pulih.

Menurut catatan Zaid, pemulangan terakhir ke Vietnam terjadi tahun 1995, meliputi 4.750 pengungsi. ”Suasana kepulangan para pengungsi terakhir itu tanpa rasa ragu karena langsung dijemput oleh sejumlah pejabat dari Vietnam,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Travel Update
Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Travel Update
Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Travel Tips
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Travel Update
Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Travel Tips
5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

Travel Promo
Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Travel Update
Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Travel Update
17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

Jalan Jalan
Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Travel Promo
Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Travel Update
5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.