Kompas.com - 10/03/2015, 14:10 WIB
Wisatawan di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/4/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisatawan di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/4/2014).
EditorI Made Asdhiana
MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendeklarasikan penggunaan transportasi yang aman dan nyaman untuk pariwisata menjelang pelaksanaan kegiatan "Tambora Menyapa Dunia" pada April 2015.

Acara deklarasi transportasi yang aman dan nyaman untuk pariwisata di NTB itu diinisiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB bersama para pemilik angkutan serta sopir yang tergabung dalam Organda NTB, disaksikan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, Senin (9/3/2015). (Baca: Ancaman Australia Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Gili)

"Deklarasi transportasi yang aman dan nyaman untuk pariwisata di NTB ini menandakan seluruh komponen bersatu dan bersemangat dalam menciptakan pariwisata berkelas," kata Amin.

Menurut Muhammad Amin, pariwisata tidak hanya bisa tumbuh dengan hanya ditopang keindahan destinasi wisata, melainkan juga diperlukan dukungan semua pihak baik masyarakat, pelaku wisata, infrastruktur, termasuk transportasi. (Baca: Asyik, Citilink Buka Rute Lombok-Bandung)

"Sudah banyak anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan promosi dan pembangunan destinasi wisata, namun tanpa ada dukungan yang lain seperti transportasi juga akan percuma," katanya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan di Kapal Marina Srikandi 11 dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai (Bali) menuju Gili Trawangan (Lombok), Rabu (16/4/2014).
Dia menjelaskan, NTB sebagai salah satu provinsi yang menopang pariwisata nasional tentu tidak ingin ketinggalan dalam membangun pariwisata. Konsep ini sudah tertuang dalam rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah (Riparda).

Salah satu aksesibilitas yang tertuang dalam Riparda itu, yakni transportasi yang aman dan nyaman bagi pariwisata. Terlebih lagi, pada April, NTB akan menggelar hajatan besar yakni "Tambora Menyapa Dunia" yang akan dipusatkan di Kabupaten Dompu. (Baca: Wisata Syariah Jadi Identitas Lombok Gaet Wisatawan)

"Jadi, salah satu hajatan besar dari deklarasi transportasi yang aman dan nyaman untuk pariwisata ini adalah 'Tambora Menyapa Dunia 2015'," kata Amin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB Moh Faozal mengatakan deklarasi pengunaan transportasi yang aman dan nyaman untuk pariwisata di NTB ini menandakan bahwa daerah siap menyambut kegiatan besar yakni "Tambora Menyapa Dunia 2015".

"Pesan Tambora Menyapa Dunia sudah kita 'branding' di seluruh armada yang ada, sehingga pesannya bahwa NTB telah siap melaksanakan kegiatan itu," ujarnya.

Firman Firdaus/National Geographic Indonesia Siluet pendaki di puncak Gunung Tambora berketinggian 2.850 meter. Gunung bertipe stratovolcano aktif ini terletak di Pulau Sumbawa, Indonesia dan pernah mengalami letusan mahadahsyat tahun 1815.
Sebagai tuan rumah yang baik, kata dia, tentu NTB ingin siapa saja yang nantinya berkunjung ke NTB merasa aman dan nyaman bila datang ke daerah ini.

"Kita ingin menunjukkan kepariwisataan siap. Tentu sebagai tuan rumah kita ingin Tambora Menyapa Dunia menjadi 'branding' pariwisata NTB pada 2015," katanya.

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X