Kompas.com - 10/03/2015, 16:41 WIB
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Bukan lagi hak istimewa kaum berduit, traveling kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Berkelana dengan sederhana atau mewah, semua kembali pada kemampuan finansial dan karakter tiap pribadi. Namun yang jelas, banyak orang kini tak pernah luput memasukkan jadwal liburan dalam agenda tahunannya.

Sejak jauh-jauh hari sebelum tahun berganti, jadwal libur nasional sepanjang 2015 sudah tersebar. Tujuannya tak lain untuk merancang jadwal cuti dan berlibur menuju destinasi impian sedari dini. Selanjutnya, segera mengunci tanggal dengan memesan tiket penerbangan dan akomodasi. Semakin dini dilakukan, harga tiket yang bisa didapatkan pun biasanya lebih terjangkau. Belum lagi jika kebetulan tengah ada tiket promo yang dibanderol dengan harga murah. Selama jadwal liburan dan tujuan telah dicanangkan, tak perlu waktu lama untuk segera melakukan transaksi daring.

Ya, demikian besarnya rasa candu berkelana ke berbagai dunia, terlebih di kalangan generasi muda, dewasa ini. Menurut badan dunia World Tourism Organization (UNWTO), sepanjang 2014 tercatat 1.138 juta wisatawan internasional atau naik 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Diperkirakan, tahun ini akan tumbuh 3-4 persen.

Secara kawasan, tahun ini diprediksi terjadi pertumbuhan yang kuat di area Asia dan Pasifik, yakni 4-5 persen, setara dengan pertumbuhan di Amerika. Pada posisi berikutnya adalah Eropa, yang diperkirakan tumbuh 3–4 persen.

Destinasi 2015

Tahun 2015 pun memunculkan destinasi-destinasi anyar untuk dibidik, terutama bagi mereka yang selalu haus bertualang ke tempat baru. Salah satunya adalah Pulau Faroe, Denmark. Pulau eksotis ini menurut National Geographic terlihat cantik sepanjang tahun. Yang menarik, jika berkunjung pada 20 Maret 2015, wisatawan akan disuguhkan pengalaman unik yang boleh jadi hanya akan dialami sekali seumur hidup, yakni gerhana matahari total yang akan membuat cuaca gelap seketika saat siang hari.

SHUTTERSTOCK Pulau Corsica, pulau terbesar keempat di Laut Tengah.
Yang tak kalah eksotis adalah menyambangi Pulau Corsica di kawasan Laut Mediterania. Pulau tempat kelahiran Napoleon Bonaparte ini terkenal dengan kekuatan budaya dan historisnya. Meski telah menjadi bagian dari Perancis selama lebih dari 200 tahun, penduduk Pulau Corsica dikenal tetap memegang teguh tradisi aslinya. Mulai dari bahasa yang digunakan, tradisi masyarakat, hingga dunia kulinernya menampilkan sisi berbeda yang membawa setiap orang seolah tak berada di dalam wilayah Perancis. Berlibur di Corsica pun memberi banyak ruang gerak bagi setiap petualang, mulai dari hiking, canoing, menelusuri sisi sejarahnya, atau sekadar leyeh-leyeh di pantainya yang cantik.

Myanmar juga termasuk yang terus bergaung sejak lepas dari kekuasaan militer. Berhubung industri pariwisatanya relatif baru, banyak tempat di Myanmar yang belum terekspos dan jauh dari jamahan pelancong. Pantai-pantai berpasir putih, hutan yang menggoda untuk dijelajahi, dan tiap sisi kotanya yang menceritakan nilai religi maupun historis membuat Myanmar disebut-sebut sebagai surganya dunia. Terlebih jika menuju Kepulauan Mergui, yang termasuk dalam 20 destinasi tahun ini versi National Geographic. Keindahan pemandangan bawah lautnya akan memuaskan indera penglihatan dan mendesirkan kehangatan dalam hati.

Jadi, sudahkah membuat rencana perjalanan tahun ini? (ADT)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tempat Wisata dalam Uang Kertas Baru, Gunung Bromo hingga Wakatobi

7 Tempat Wisata dalam Uang Kertas Baru, Gunung Bromo hingga Wakatobi

Jalan Jalan
7 Bunga di Pecahan Uang Kertas Baru, Ada Sedap Malam

7 Bunga di Pecahan Uang Kertas Baru, Ada Sedap Malam

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Curug Leuwi Hejo, Wisata Air Terjun di Bogor

Harga Tiket Masuk Curug Leuwi Hejo, Wisata Air Terjun di Bogor

Travel Tips
AP I Catat Jumlah Pergerakan Penumpang Tertinggi pada Juli 2022

AP I Catat Jumlah Pergerakan Penumpang Tertinggi pada Juli 2022

Travel Update
HUT RI, Warga Kojadoi NTT Jalani Upacara Bendera di Tengah Laut

HUT RI, Warga Kojadoi NTT Jalani Upacara Bendera di Tengah Laut

Travel Update
Tanggal Merah 2022 Masih Ada Bulan Oktober, Bisa Jadi Long Weekend

Tanggal Merah 2022 Masih Ada Bulan Oktober, Bisa Jadi Long Weekend

Travel Update
Pendaki Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih di Gunung Tertinggi Eropa

Pendaki Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih di Gunung Tertinggi Eropa

Travel Update
Gatotkaca Berjualan di Alun-alun Kota Batu, Sukses Pikat Wisatawan

Gatotkaca Berjualan di Alun-alun Kota Batu, Sukses Pikat Wisatawan

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Spot Diving Labuan Bajo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Spot Diving Labuan Bajo

Travel Update
Tradisi Murok Jerami Jadi Agenda Wisata Tahunan di Bangka Tengah

Tradisi Murok Jerami Jadi Agenda Wisata Tahunan di Bangka Tengah

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pameran Mobil Kepresidenan RI di Sarinah

4 Tips Berkunjung ke Pameran Mobil Kepresidenan RI di Sarinah

Travel Tips
InJourney Optimistis Pariwisata Indonesia Bisa Bangkit dan Lebih Kuat

InJourney Optimistis Pariwisata Indonesia Bisa Bangkit dan Lebih Kuat

Travel Update
HUT RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Nampar Nos NTT

HUT RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Nampar Nos NTT

Travel Update
2 Kereta Api Legendaris Dioperasikan Saat HUT ke-77 RI

2 Kereta Api Legendaris Dioperasikan Saat HUT ke-77 RI

Travel Update
Aturan Main ke Train to Apocalypse di Kelapa Gading, Minimal 15 Tahun

Aturan Main ke Train to Apocalypse di Kelapa Gading, Minimal 15 Tahun

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.