Di Bali, "Work and Play" Kumpul Jadi Satu

Kompas.com - 11/03/2015, 15:47 WIB
Wisatawan di Pantai Seminyak, Bali, Minggu (6/4/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisatawan di Pantai Seminyak, Bali, Minggu (6/4/2014).
EditorI Made Asdhiana

DENPASAR, KOMPAS.com - Praktisi pariwisata Putu Agung Prianta mengatakan Pulau Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit wisatawan nusantara dan mancanegara, tetapi juga menjadi tujuan "work and play" atau tempat bekerja sekaligus bermain atau berwisata.

"Saya amati semakin banyak warga negara asing dari berbagai negara yang memilih Bali sebagai lokasi untuk bekerja sekaligus untuk bermain atau berlibur," katanya di Denpasar, Rabu (11/3/2015).

Menurut Agung, kenyataan yang terjadi di Bali para wisatawan banyak melirik pekerjaan di Pulau Dewata. Memang awalnya mereka berwisata, tetapi lama kelamaan tetarik untuk bekerja di Bali.

"Saya punya seorang teman asal Singapura, tapi dia kemudian mengajak anak dan istri ke Canggu, Kabupaten Badung untuk bekerja. Dia ini seorang pengusaha di bidang pembuatan software di Singapura, tapi memilih untuk melakukan pekerjaan di Canggu, Bali," katanya.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Wisatawan menikmati pemandangan areal persawahan berundak di Tegallalang, Gianyar, Bali, Jumat (5/12/2014). Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2014 ditargetkan 3,5 juta orang. Hingga Agustus 2014, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali 2,5 juta orang.

Menurut Direktur PT Jimbaran Hijau itu, mereka saat kerja pakai sandal jepit, rekrutmen banyak pegawai. Jadi dia ini tempat usahanya berpusat di Singapura, tapi dia melakukan pekerjaannya di Canggu Bali bersama keluarganya, dengan peralatan dan sistem kerja yang sudah canggih dan modern.

"Suasana Canggu berbeda dibanding Singapura, ini yang membuatnya pindah dan memilih bekerja sambil bermain atau work and play di Canggu, Bali," katanya.

Agung Prianta memaparkan, masa depan dunia adalah teknologi. Dengan kemajuan teknologi, orang bisa bekerja di mana saja tanpa terikat lokasi dan waktu.

"Kini sudah semakin banyak terjadi, di mana bule-bule yang orang-orang teknologi, live, work, and play di Bali. Antara kerja dan bermain kini sudah semakin abu-abu. Generasi kita saat ini sudah bekerja semakin sedikit dibanding orang tua kita, tapi karena teknologi, kita bisa bekerja lebih efisien," ujarnya.

Dengan adanya tren ini, ke depan, lanjut Agung Prianta, Bali bisa menjadi tujuan favorit "work and play". Untuk mendukung agar Bali bisa menjadi destinasi favorit tersebut, dibutuhkan infrastruktur yang bagus, termasuk jaringan internet yang bagus serta berbagai infrastruktur penunjang lainnya.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Grup musik menghibur turis asing saat makan malam di pinggir pantai Jimbaran, Bali, Jumat (21/6/2013). Kawasan Jimbaran merupakan salah satu tempat tujuan wisatawan selama berlibur di Bali, sejumlah tempat wisata seperti Jimbaran fish market dan Pura Uluwatu berada dekat dengan kawasan ini.

"Ke depan, kawasan Jimbaran misalnya, bisa menjadi seperti itu. Orang bisa kerja sambil surfing dan tinggal di Bali, melakukan berbagai pekerjaan kreatif di Bali sambil bermain atau berwisata. Jadi kita mengundang orang-orang kreatif dari seluruh dunia, baik itu bidang teknologi, desain, fashion, dan lain sebagainya, agar tinggal di suatu desa di Bali, seperti di Jimbaran," jelasnya.

Tren "live, work, and play" seperti yang terjadi di Bali saat ini, sudah banyak terjadi di luar negeri. Misalnya seorang ahli coding komputer, memilih pindah dari Silicon Valey di Amerika Serikat ke sebuah Resort Ski di Kanada.

"Jago coding komputer di Silicon Valey ini pindah ke Resort Ski Kanada. Di sana dia kerja sambil main ski. Tapi orang-orang IT tetap mencarinya ke Kanada untuk memberi pekerjaan. Itu contohnya 'work and play combination'. Saya yakin ke depan akan makin banyak yang melakukan itu di Bali," katanya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X