Kompas.com - 12/03/2015, 12:44 WIB
Wisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air.
EditorI Made Asdhiana

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta menilai wisatawan asal Belanda merupakan potensi pasar yang perlu digarap secara serius karena wisawatan dari negara tersebut mulai tertarik berwisata sejarah di Kota Yogyakarta.

"Banyak wisatawan yang ingin datang ke Yogyakarta untuk mencari tahu apa yang telah dilakukan nenek moyang mereka pada masa lalu," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharso di Yogyakarta, Kamis (12/3/2015). (Baca: Warga Berinovasi Kembangkan "Lava Tour" Merapi)

Menurut dia, wisatawan tersebut bahkan tidak segan-segan datang ke kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk mencari informasi mengenai bangunan-bangunan yang didirikan selama Belanda berada di Yogyakarta.

"Mereka kemudian datang ke sejumlah bangunan untuk mengetahui seperti apa bangunan tersebut. Contohnya, bangunan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di kawasan Kotabaru dan di SD Tegalpanggung," katanya.

Eko mengatakan, pihaknya akan berupaya secara serius untuk mengembangkan wisata sejarah tersebut sehingga wisatawan ke Yogyakarta tidak hanya datang ke tempat wisata tetapi juga memperoleh informasi atau pengetahuan mengenai sejarah. (Baca: Wisata Budaya di Yogyakarta Jadi Incaran Turis Mancanegara)

"Pintu masuknya adalah Belanda. Untuk saat ini, kami belum menghitung berapa wisatawan Belanda yang datang ke Yogyakarta. Harapannya, jumlah wisatawan asing yang datang terus meningkat," katanya.

Selain Belanda, wisatawan dari Eropa yang juga mulai tertarik datang ke Yogyakarta adalah wisatawan asal Perancis. (Baca: Aroma Soto di Tengah Pasar Beringharjo)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berbeda dengan wisatawan asal Bela(Baca: Aroma Soto di Tengah Pasar Beringharjo)nda, wisatawan dari Perancis lebih tertarik untuk melihat secara langsung legenda-legenda supranatural yang berkembang di masyarakat. Mereka kemudian mempelajarinya secara ilmiah," katanya.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pekerja membersihkan lumut pada pot bunga saat rombongan wisatawan asing asal Belgia berkunjung ke obyek wisata Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Selasa (2/4/2013). Bekas tempat pemandian Raja Keraton Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I tersebut merupakan salah satu aset utama industri pariwisata Yogyakarta.

Sedangkan wisatawan dari Asia seperti Jepang dan Tiongkok, lebih suka berjalan-jalan berkeliling Yogyakarta dan melihat bangunan-bangunan yang terkenal.

Ia berharap, Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) bisa melakukan promosi wisata yang lebih baik. "Setelah ada proposal kegiatan dari BP2KY, kegiatan itu akan disampaikan ke dewan sehingga semuanya transparan termasuk penggunaan dananya," katanya.

BP2KY akan menerima dana sebesar empat persen dari total pendapatan pajak hotel dan restoran dalam bentuk hibah untuk penyelenggaraan kegiatannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Travel Update
DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

Travel Update
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.