Kompas.com - 12/03/2015, 16:30 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan juru masak William Wongso meminta pemerintah memopulerkan kuliner sebagai identitas kebudayaan bangsa Indonesia di kancah global untuk mempertahankan warisan bangsa dari generasi ke generasi.

"Kuliner penting sebagai budaya bangsa, identitas kita, yang selama ini tidak disadari," katanya dalam diskusi di Jakarta belum lama ini.

Menurut William, Indonesia memiliki banyak keanekaragaman makanan yang berbeda antardaerah dan diperkaya dengan kearifan lokal yang harus tetap dijaga agar tidak diklaim oleh negara lain.

"Banyak yang tidak mengerti kuliner itu bagian dari budaya seperti tarian masuk pariwisata dan ekonomi kreatif. Nah kuliner masuk ke dalam ekonomi kreatif tapi sebagai produk budayanya itu sebagai pariwisata," ujarnya.

William mengatakan pemerintah juga harus mempopulerkan cita rasa otentik makanan Indonesia ke mancanegara seperti hidangan makanan untuk menyambut perwakilan pemerintah negara lain yang datang berkunjung ke Indonesia. "Istana ya menyajikan jamuan kenegaraan menu Indonesia yang baik," katanya.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Gado-gado organik.
"Menghadirkan menu makanan khas Indonesia saat menyambut tamu dari negara asing merupakan salah satu wujud nyata untuk memperkenalkan makanan Indonesia yang arif kepada dunia luar," sambungnya.

Ia mengatakan pemerintah dan warga Indonesia jangan dibatasi dengan persepsi menyajikan makanan untuk orang asing berdasarkan apa yang dia suka saja, tetapi juga makanan yang dihidangkan dapat mewakili kebudayaan Indonesia.

Untuk mempertahankan keberadaan makanan khas Indonesia di tengah banyaknya pengaruh makanan asing yang masuk ke dalam negeri, lanjut William, bisa dengan jamuan kenegaraan yang menonjolkan makanan Indonesia.

Selain itu, pemerintah dapat memulai meningkatkan dukungan terhadap industri bahan baku dan pendidikan terkait pembuatan makanan Indonesia dan menciptakan juru masak profesional.

Pemerintah perlu mensosialisasikan bahan-bahan otentik untuk membuat makanan dan cita rasa Indonesia serta mengekspor bumbu otentik Indonesia untuk hotel, restoran dan "catering".

William menambahkan, sulit memperoleh bahan baku untuk bumbu-bumbu otentik Indonesia di luar negeri, padahal bumbu dan bahan otentik itu membuat makanan memberikan cita rasa khas pada masakan yang tidak bisa tergantikan.

KOMPAS/EDDY HASBY Sate Ayu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (13/3/2014).
Di luar negeri, contohnya, jahenya hibrida berukuran besar dan bukan jahe Indonesia yang kecil-kecil. "Bahan bumbu Indonesia lebih baik dibandingkan bahan lainnya di luar negeri untuk membuat makanan," katanya.

Untuk mempertahankan cita rasa makanan Indonesia di hotel dan restoran Indonesia di luar negeri, ekspor bumbu otentik Indonesia sangat diperlukan karena rasa khas makanan Indonesia yang kaya rempah tidak dapat digantikan dengan bumbu lainnya dari negara lain.

Lebih lanjut, William mengatakan restoran Indonesia di luar negeri berada di tempat-tempat yang tidak mewah, dan berada di lingkungan tempat tinggal warga Indonesia yang berada di luar negeri, sehingga keberadaannya kurang populer di mata warga negara lain. Untuk itu, pemerintah harus fokus pada pengembangan restoran masakan Indonesia di mancanegara untuk memperkenalkan makanan bangsa ke luar negeri.

Selain itu, sektor pendidikan juga harus mendukung pelestarian kuliner Indonesia sebagai budaya bangsa dan mendidik juru masak profesional yang tahu rasa asli dari masakan Indonesia. "Di SMK 90 persen masakan yang dipelajari itu masakan non Indonesia," katanya.

William memaparkan, juru masak luar negeri yang mendalami masakan Indonesia datang ke daerah asal makanan itu hanya untuk mengetahui pengolahannya di daerah asal dan mengetahui rasa aslinya.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Nasi Jamblang Khas Cirebon
Untuk itu, orang Indonesia harus memiliki ketertarikan atau minat untuk mengenal lebih dalam seluk belum makanan Indonesia, terutama juru masak agar tidak kalah unggul dengan juru masak luar negeri dalam memasak dan menyajikan menu makanan Indonesia. "Orang yang masak sendiri tahu tidak bagaimana rasa asli makanan itu," katanya.

Ia mengatakan kuliner sebagai budaya bangsa harus dipertahankan dengan mencintai dan mempelajari cerita di balik lahirnya makanan khas itu. "Makanan kan tidak cuma masalah enak tidak enaknya tapi harus diceritakan supaya orang lain tahu dan ingin tahu bagaimana sebenarnya rasanya," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Tempat Wisata Alam di Depok, Bisa Santai di Tepi Danau

9 Tempat Wisata Alam di Depok, Bisa Santai di Tepi Danau

Jalan Jalan
9 Aktivitas Ekowisata di Batu Katak, Trekking hingga Jelajah Goa

9 Aktivitas Ekowisata di Batu Katak, Trekking hingga Jelajah Goa

Jalan Jalan
Hari Batik Nasional, Yuk Kunjungi 5 Museum Batik di Indonesia

Hari Batik Nasional, Yuk Kunjungi 5 Museum Batik di Indonesia

Travel Promo
AirAsia Buka Lagi Rute ke Kuala Lumpur dari Aceh, Pekanbaru, dan Padang

AirAsia Buka Lagi Rute ke Kuala Lumpur dari Aceh, Pekanbaru, dan Padang

Travel Update
Tarif Terbaru Kapal Ferry Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dan Merak-Bakauheni

Tarif Terbaru Kapal Ferry Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dan Merak-Bakauheni

Travel Update
Hari Batik Nasional, Ini 7 Kampung Tempat Belanja dan Belajar Batik

Hari Batik Nasional, Ini 7 Kampung Tempat Belanja dan Belajar Batik

Jalan Jalan
Bandara Kertajati Layani 4 Penerbangan Umrah November 2022

Bandara Kertajati Layani 4 Penerbangan Umrah November 2022

Travel Update
Tarif Kapal Ferry ASDP Naik Mulai 1 Oktober 2022

Tarif Kapal Ferry ASDP Naik Mulai 1 Oktober 2022

Travel Update
Yogyakarta Bersiap Jadi Tuan Rumah Asean Tourism Forum, Hampir Selevel dengan G20

Yogyakarta Bersiap Jadi Tuan Rumah Asean Tourism Forum, Hampir Selevel dengan G20

Travel Update
Pejabat Pelesiran ke Luar Negeri, Sandiaga: Foto di Nepal, padahal Ada Nepal van Java di Magelang

Pejabat Pelesiran ke Luar Negeri, Sandiaga: Foto di Nepal, padahal Ada Nepal van Java di Magelang

Travel Update
Pertalite Dirasa Lebih Boros, Ini 6 Cara Hemat Pakai BBM

Pertalite Dirasa Lebih Boros, Ini 6 Cara Hemat Pakai BBM

Travel Tips
Cara Pesan Tiket Museum MACAN Jakarta via Situs Web

Cara Pesan Tiket Museum MACAN Jakarta via Situs Web

Travel Tips
Paspor Indonesia Akan Berlaku 10 Tahun, Bagaimana jika Sudah Buat?

Paspor Indonesia Akan Berlaku 10 Tahun, Bagaimana jika Sudah Buat?

Travel Update
3 Desa Wisata di Gorontalo dengan Pemandangan Alam yang Unik

3 Desa Wisata di Gorontalo dengan Pemandangan Alam yang Unik

Jalan Jalan
Lion Air Rute Arab Saudi Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

Lion Air Rute Arab Saudi Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.