Kompas.com - 13/03/2015, 07:54 WIB
Beberapa perahu yang disediakan warga Bahoi bagi wisatawan yang datang mengunjungi desa wisata mereka di Minahasa Utara, Sulawesi Utara. KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOLBeberapa perahu yang disediakan warga Bahoi bagi wisatawan yang datang mengunjungi desa wisata mereka di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
|
EditorI Made Asdhiana
MINAHASA UTARA, KOMPAS.com - Untuk kesekian kalinya konsep pengelolaan ekowisata di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara memikat pakar dari Uni Eropa. Hal ini melengkapi kedatangan beberapa pakar lainnya ke desa kecil tersebut sebelumnya.

Direktur Yayasan Perkumpulan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA) Akbar Digdo mengatakan bahwa para ahli yang datang ke Bahoi kali ini, justru ingin berbagi pengalaman mengenai apa yang juga sudah mereka lakukan di Uni Eropa. "Bahoi kedatangan ahli Biologi Kelautan dan Ekowisata Italia, Carlo Franzosini serta akademisi dari Universitas Wageningen Belanda Rene Henkes. Mereka berdua telah mengambil peran lewat keahliannya mengembangkan ekowisata di Karibia Belanda dan pengelolaan daerah perlindungan laut Minamare di Laut Adriatik Utara, Italia," jelas Akbar, Kamis (12/3/2015).

Di Bahoi, baik Carlo maupun Rene terkesan dengan pengelolaan ekowisata dan daerah perlindungan laut (DPL) yang sudah dirintis oleh masyarakat Bahoi sejak tahun 2001. Lewat berbagai pendampingan dan kemitraan, kini wisata dan potensi perairan laut di Bahoi benar-benar dikelola oleh dan untuk masyarakat. "Tahun 2003 merupakan titik penting, saat kami sepakat memproteksi DPL lewat Peraturan Desa dan pada tahun 2008 desa kami ditetapkan sebagai Desa Wisata," kata Hans Lahamende, salah satu tokoh masyarakat Bahoi.

Masyarakat Bahoi sepakat bahwa pengelolaan wisata dan potensi kelautan yang mereka miliki menjadi tanggung jawab mereka bersama. Jika ada wisatawan yang ingin datang berkunjung ke Bahoi, secara gotong royong seluruh warga Bahoi menyambutnya dan menyediakan fasilitas yang diinginkan oleh wisatawan.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Wisatawan sedang menyelam di Desa Wisata Bahoi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
"Mereka nanti menginap di rumah warga yang sudah distandardisasi. Makanan mereka disediakan oleh kaum ibu, sementara para pemuda yang sudah dilatih akan menjadi guide selama mereka melakukan aktivitas penyelaman. Kami sepakat tidak akan membangun cottage di sini tetapi memberdayakan apa yang sudah ada di desa kami," jelas Kepala Desa Bahoi, Daud Dalerus.

Seiring dengan pemberdayaan potensi daerah yang berwawasan lingkungan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan, wisatawan juga disuguhkan dengan kerajinan tangan yang semuanya dibuat oleh warga Bahoi sendiri. Pun demikian warga Desa Bahoi telah sadar untuk menjaga dan memelihara lingkungan mereka. "Jadi jangan berharap melihat ada sampah berserakan di desa kami, karena semua warga sudah sadar," tegas Hans.

Belajar Bersama

Konsep pengelolaan ekowisata dan potensi perairan pesisir di Bahoi yang berbasis masyarakat itu memukau Rene dan Carlo. Mereka mengaku senang melihat bahwa ternyata di Indonesia, sudah ada masyarakat yang menjalankan konsep ekowisata dengan benar. "Di Karibia ada dua lokasi yang berdekatan yakni St. Eustasius dan St. Maarten. Keduanya merupakan daerah pesisir pantai. St. Maarten merupakan kawasan yang sudah berubah menjadi kawasan perkotaan, dan dalam perkembangannya menemui banyak masalah dalam aspek sosial dan lingkungan," jelas Rene.

Sementara di kawasan St. Eustasius perkembangannya dibiarkan secara alami sebagaimana bentang alam aslinya. Ternyata dari studi yang dilakukan, lebih dari 80 persen wisatawan lebih menyukai St. Eustasius yang dikelola dengan skenario lingkungan lestari. Oleh karena iru mereka merasa senang, Bahoi bisa dikelola dengan konsep lestari dan pembangunan berkelanjutan.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Jamuan prasmanan bagi wisatawan di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara digelar lapangan terbuka dengan tetap mempertahankan suasana aslinya, termasuk sebuah sumur yang menjadi sumber air bersih bagi warga.
Sehari sebelumnya, baik kedua pakar dari Uni Eropa itu maupun para pelaku ekowisata di Bahoi dan stakeholder lainnya, dipertemukan oleh YAPEKA dalam Workshop Ekowisata Penguatan Keanekaragaman Hayati Laut dan Pesisir Melalui Dukungan Teknis dan Kebijakan untuk Ekowisata Berbasis Masyarakat. Workshop tersebut diselenggarakan di Kota Manado.

Sebagai tindak lanjut pembelajaran bersama, semua pihak kemudian bertemu lagi dalam Seminar Terbuka Marine Biodiversity, Conservation and Ecotourism yang digelar pada hari ini di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). "Ini sangat baik bagi kami di Unsrat, di mana kita bisa belajar bersama apa yang sudah dilakukan di Uni Eropa dan yang sudah dirintis serta dijalankan oleh masyarakat Bahoi," kata Kepala Program Studi Budidaya Perairan FPIK Unsrat, Joppy Mudeng. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X