Menpar: Potensi Pariwisata Kepri Melebihi Bali

Kompas.com - 13/03/2015, 20:15 WIB
Suasana di Pagoda Quan Am Tu yang dibangun di kamp pengungsi di Pulau Galang, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Dipulau inilah sebanyak 250.000 pengungsi dari Vietnam, Kamboja dan Thailand ditampung dari kurun waktu 1979 hingga 1996. Sekarang kamp ini menjadi salah satu objek wisata sejarah di Batam. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESSuasana di Pagoda Quan Am Tu yang dibangun di kamp pengungsi di Pulau Galang, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Dipulau inilah sebanyak 250.000 pengungsi dari Vietnam, Kamboja dan Thailand ditampung dari kurun waktu 1979 hingga 1996. Sekarang kamp ini menjadi salah satu objek wisata sejarah di Batam.
EditorI Made Asdhiana
BATAM, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai dalam beberapa sisi, potensi pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) lebih unggul dibanding Bali yang memiliki karakteristik relatif sama yaitu wisata pantai dan bahari.

Dalam kunjungannya ke Batam, Kepri, Jumat (13/3/2015), Menteri Pariwisata mengatakan Kepri memiliki keindahan alam setara dengan Bali, apalagi Kepri memiliki banyak pulau yang masih murni. (Baca: Wisata Pelayaran Cheng Ho untuk Menarik Turis Tiongkok)

Menurut Arief, keunggulan utama Kepri dibanding Bali adalah letaknya yang strategis berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

Seharusnya keunggulan itu dimanfaatkan untuk menjaring wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Singapura, berikut turis yang berkunjung ke keduanya. "Potensi turis mancanegara besar, karena lokasinya dekat," kata Arief. (Baca: Menpar: Batam dan Bintan Sempurna sebagai Destinasi Wisata)

Apalagi, lanjut Menpar, warga negara Singapura dan Malaysia memiliki penghasilan tinggi, sehingga berwisata menjadi kebutuhan utama. Selain itu, Singapura dan Malaysia merupakan negara yang menyerap banyak turis asing tiap tahun. "Itu adalah peluang yang seharusnya bisa ditangkap dunia pariwisata Kepri," katanya.

Setiap turis asing yang berlibur ke Singapura semestinya bisa diajak untuk melanjutkan perjalanan ke Batam, Bintan dan kabupaten kota lain di Kepri. "Pasar Singapura besar, di situ ada 40 juta turis negara lain ke sana," katanya.

KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZES Warga berfoto dengan latar belakang pemandangan Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Jembatan ini merupakan satu dari enam jembatan yang dibangun untuk menghubungkan enam pulau di Batam, yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.
Sementara itu, kelemahan wisata Kepri adalah masih minimnya infrastruktur pelabuhan dan bandara yang menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara.

Mengenai hal itu, Menpar mengatakan telah sepakat dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk membangun lebih banyak pelabuhan dan bandara. "Makanya bandara menjadi kebutuhan. Menteri Perhubungan setuju, negara ini terlalu luas. Turis malas jika harus mendatangi destinasi harus banyak transit," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti menyatakan pihaknya terus bebenah untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara. Kepri menjadi penyumbang angka kunjungan wisatawan mancanegara terbesar ke tiga ke Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X