Kompas.com - 14/03/2015, 08:16 WIB
EditorI Made Asdhiana
NETTY Siregar (7) dan tujuh kawannya menyandang ulos, menari sambil melantunkan pantun mengikuti rampak gondang batak yang diputar agak sember lewat pengeras suara. Kaki- kaki mungil tak beralas itu digoyang lincah ke kiri dan ke kanan di atas pasir yang panas.

Sesaat, alam seolah berputar menuju masa saat tari dan nyanyi menjadi napas hidup bocah-bocah tepian Danau Toba.

Hawa terik hingga 36 derajat celsius sekalipun tak memupus raut ceria dari wajah siswa SDN Huta Nagodang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, itu pekan lalu. Mereka bersemangat membawakan tumba, tarian gembira dengan lagu berpantun, dalam Festival Tumba dan Tortor yang digelar sebagai upaya mempromosikan Taman Bumi atau Geopark Kaldera Toba.

Wilson Siregar (47), penduduk asli Desa Huta Nagodang yang berada tepat di tepi selatan Danau Toba, mengenang, tahun 1960-1980, tumba dan tortor jadi keseharian warga. Anak-anak menari sambil bernyanyi. Remaja menarikan tortor (manortor) sebagai media pergaulan. ”Hampir setiap sore tepian danau tak pernah sepi. Saat itu sudah ada wisatawan asing masuk ke Toba dan spontan ikut menari bersama kami,” katanya.

Sepulang sekolah, Wilson bersama teman sekampungnya berkumpul di tepian danau. Tidak jauh dari mereka, sejumlah orangtua memainkan gondang atau alat musik tradisional Batak yang didominasi kecapi dan seruling. Anak-anak lalu menari sambil diajari pantun bahasa Batak. Namun, lambat laun, denyut tari dan nyanyi memudar seiring terpaan modernitas yang menyebabkan anak-anak lebih menggemari tari modern dan lagu pop. Bahkan, kini kian jarang anak-anak yang bisa menarikan tortor dan tumba.

Warisan mulai luntur

Tidak hanya seni tari, kelestarian warisan budaya Batak berupa kain ulos kini juga terancam. Sejumlah jenis kain ulos (tenun batak), seperti ulos raja, ulos ragi botik, ulos gobar, ulos sibolang, dan ulos saput (ulos yang digunakan sebagai pembungkus jenazah), sudah sangat jarang diproduksi.

Padahal, ujar Maroker Siregar (63), partonun (petenun) ulos batak di Kecamatan Muara, kain itu dulu digunakan dalam setiap kegiatan adat. Banyak petenun juga meninggalkan pewarna alami dari berbagai flora yang tumbuh liar di sekitar danau sebagai pemberi corak pada benang.

Keindahan seni tenun ulos dengan pewarna alam dapat disejajarkan dengan batik tulis dari Jawa. ”Nilai tradisi semestinya terkandung dalam sehelai kain ulos. Kini, prosesnya hasil mesin pabrikan. Padahal, dalam falsafah Batak, ulos jadi media doa dari pemberi untuk penerima ulos,” katanya.

TRIBUN MEDAN / RISKI CAHYADI Penari membentangkan kain ulos terpanjang di dunia pada pembukaan Festival Danau Toba di Balige, Tobasa, Sumatera Utara, Rabu (17/9/2014). Kain ulos yang ditenun dua perajin sepanjang 500 meter itu telah tercatat dalam Museum Rekor Indonesia.
Kondisi ini sangat disayangkan karena selain keindahan alam, daerah di sekitar Toba juga memiliki potensi kebudayaan dan kuliner. Pendaftaran kawasan Danau Toba dalam jejaring taman bumi kaldera global ke UNESCO menjadi momentum memanggungkan lagi budaya Batak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

Jalan Jalan
Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Jalan Jalan
Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Travel Update
Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Jalan Jalan
Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Travel Tips
Festival Budaya Jalin Merapi di Deles Indah Klaten, Berlatar Panorama Gunung Api

Festival Budaya Jalin Merapi di Deles Indah Klaten, Berlatar Panorama Gunung Api

Travel Update
3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

Travel Tips
3 Rumah Sakit di Malang Siap Beri Layanan Wisata Medis

3 Rumah Sakit di Malang Siap Beri Layanan Wisata Medis

Travel Update
7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini

7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini

Jalan Jalan
Itenarary 3 hari 2 malam di Lombok dan Gili Trawangan, Gowes di Desa

Itenarary 3 hari 2 malam di Lombok dan Gili Trawangan, Gowes di Desa

Itinerary
Lokasi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Ini 5 Fakta Loji Gandrung Solo

Lokasi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Ini 5 Fakta Loji Gandrung Solo

Jalan Jalan
Taman Langit Gunung Banyak Ditetapkan Jadi Shelter Tourism, Apa Itu?

Taman Langit Gunung Banyak Ditetapkan Jadi Shelter Tourism, Apa Itu?

Travel Update
Warga Hawaii Beramai-ramai Tonton Letusan Mauna Loa yang Langka

Warga Hawaii Beramai-ramai Tonton Letusan Mauna Loa yang Langka

Travel Update
6 Fakta Pura Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina

6 Fakta Pura Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina

Jalan Jalan
10 Hidden Gem Bali, Wisata Anti-mainstream buat Libur Akhir Tahun

10 Hidden Gem Bali, Wisata Anti-mainstream buat Libur Akhir Tahun

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.