Kompas.com - 15/03/2015, 13:52 WIB
EditorI Made Asdhiana

KONON, di zaman kesultanan, gulo puan merupakan kegemaran para bangsawan Palembang. Diolah dari susu kerbau rawa di pedesaan di kawasan rawa-rawa Sumatera Selatan, makanan pelengkap ini merupakan kekayaan rasa yang hadir dari kekayaan alam Sumatera Selatan. Keberadaannya saat ini terbilang langka.

Puan berarti ’susu’ dalam bahasa daerah Sumatera Selatan (Sumsel). Gulo puan bisa diartikan ’gula susu’ sesuai bahan dasarnya, yaitu gula dan susu yang dibuat menjadi sejenis karamel. Teksturnya lembut sedikit berpasir dengan warna coklat. Gulo puan yang rasanya mirip keju manis itu sangat sedap untuk campuran minum kopi atau olesan roti dan pisang goreng.

Tak mudah memperolehnya. Penganan yang diolah secara tradisional ini hanya dijual oleh beberapa pedagang kaki lima di waktu tertentu saja, yaitu sekitar waktu shalat Jumat di Masjid Agung Kota Palembang. Kadang kala makanan ini juga dijual di Pasar 26 Ilir Palembang pada Sabtu dan Minggu dengan harga sekitar Rp 100.000 per kilogram (kg).

Melacak asalnya, membawa Kompas ke sebuah desa kecil di tengah kawasan rawa di Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sekitar 100 kilometer (km) dari Kota Palembang. Desa Pulo Layang mungkin satu-satunya desa sentra pembuatan gulo puan untuk dipasarkan ke Palembang. Di desa yang juga pusat peternakan kerbau rawa Pampangan itu ada empat pembuat gulo puan yang semua perempuan dengan produksi 100-150 kg setiap pekan.

”Ada satu lagi pembuat gulo puan di desa tetangga, Desa Pulo Bangsal, tapi hanya satu orang. Dia juga bergabung bersama kami menjual ke Palembang. Selain itu, sepertinya tidak ada lagi,” kata Ba’a (40), salah seorang pembuat gulo puan di Pulo Layang.

Gurat kelelahan tampak jelas di wajah Ba’a saat ditemui di rumahnya, Jumat (27/2) malam. Setiap Jumat, ibu dua anak ini menempuh perjalanan Pulo Layang-Palembang selama berjam-jam untuk mengantar gulo puan ke pedagang pengumpul di Jakabaring. Dari rumahnya, ia harus melalui jalan tanah ke desa tetangga untuk naik bus antarkabupaten karena angkutan umum tak mencapai Pulo Layang.

Di puncak musim hujan, perjalanan Ba’a kian berat karena air naik. Berulang kali sebagian jalan tanah menuju desanya terendam sehingga ia menggunakan perahu mesin (ketek). Saat air naik hingga kawasan permukiman, Desa Pulo Layang dengan rumah-rumah panggungnya terlihat seperti mengapung di tengah hamparan rawa.

Setiap hari, kecuali Jumat, Ba’a membuat gulo puan. Rutinitas ini dimulai sejak matahari terbit. Menggunakan ketek, Ba’a bersama suaminya, Komerih (43), menyeberang rawa menuju kandang komunal peternak kerbau rawa Desa Pulo Layang untuk memerah dan membeli susu. Sebagian susu segar itu ia antar ke rumah ibunya yang sudah membuat dan menjual gulo puan sejak lebih dari 20 tahun lalu.

Sesampainya di rumah, susu tersebut ia campur dengan gula, dengan perbandingan 5 liter susu dan 1 kg gula. Campuran tersebut dimasak dengan api kecil sambil diaduk. Setelah sekitar 5 jam, susu mengental hingga mengering dan membentuk gumpalan kecoklatan.

Pembuatan gulo puan ini bergantung pada peternakan kerbau rawa di Pulo Layang. Saat ini terdapat sekitar 500 kerbau rawa di desa itu. Saat musim hujan, produksi susu tinggi, setiap kerbau rawa yang menyusui menghasilkan 1,5-2 liter susu. Kondisi ini didorong oleh melimpahnya pakan saat rawa-rawa kembali tergenang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Travel Update
Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Travel Tips
5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

Travel Promo
Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Travel Update
Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Travel Update
17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

Jalan Jalan
Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Travel Promo
Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Travel Update
5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

Travel Update
Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Jalan Jalan
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Travel Update
Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.