Kompas.com - 15/03/2015, 15:20 WIB
Anak-anak dan para remaja penghayat Ugamo Malim atau disebut sebagai kaum Parmalim mengikuti lomba menari tortor di pelataran Bale Pasogit, pusat peribadatan Parmalim di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (20/2/2015). KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOAnak-anak dan para remaja penghayat Ugamo Malim atau disebut sebagai kaum Parmalim mengikuti lomba menari tortor di pelataran Bale Pasogit, pusat peribadatan Parmalim di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (20/2/2015).
EditorI Made Asdhiana

Saat masih kecil, generasi muda Parmalim biasanya mewarisi keyakinan yang dianut orangtuanya. Namun, kata Monang, ketika menginjak remaja, mereka tetap diberi ruang untuk memilih apakah akan tetap mengikuti tradisi itu atau tidak.

Sopian Silalahi (22), pengikut Parmalim yang juga mahasiswa Jurusan Bahasa Jerman Universitas Medan, menuturkan, sejak kecil, dia sudah sering diajak orangtuanya mengikuti upacara di Desa Huta Tinggi. Menginjak usia remaja, dia mulai memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan budaya asli Batak dalam ritual-ritual Parmalim.

Tak hanya melebur dalam ritus, Sopian juga mengamalkan keyakinan Parmalim dalam hidup sehari-hari. Salah satunya taat aturan, di antaranya dalam berlalu lintas. ”Saya risi dengan teman-teman kampus yang merasa bangga jika melanggar rambu lalu lintas. Bagi kami, itu bukan sesuatu yang patut dibanggakan,” katanya.

Di lingkungan kampus, anak-anak muda Parmalim acap berkumpul. Selain peribadahan setiap Sabtu, mereka juga bertemu untuk belajar memainkan alat musik gondang Batak, mulai dari seruling, terompet, hingga taganing (satu set gendang bernada). Lagu-lagu tradisional Batak acap terlantun saat mereka berkumpul, alih-alih lagu pop modern. Mereka juga taat pantangan, seperti tidak makan babi, anjing, dan darah hewan.

Dalam berbagai ritual, anak-anak muda ini juga menghayati tradisi seperti halnya orang-orang tua. Seperti halnya saat upacara Sipaha Sada. Mereka bergiliran menyambut para tamu dari jauh dan mengarahkannya ke bilik-bilik tempat istirahat yang berada di sekitar kompleks peribadatan.

Semangat Sisingamangaraja

Mereka juga menunaikan persiapan pelaksanaan upacara agung ini. Dua hari sebelumnya, mereka berpuasa selama sehari semalam tanpa berbuka. Awal puasa dan berbuka dilakukan dengan memakan makanan pahit, disebut mangan napaet, sebagai simbol dan sekaligus wahana kontemplasi menghayati perjuangan hidup yang penuh kepahitan dan kegetiran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ria Sitorus (29), pemudi Parmalim yang aktif menulis sastra, mengemukakan, dalam upacara Sipaha Sada, para remaja ikut menyiapkan bahan makanan.

Untuk mengikuti upacara, para penganut Parmalim wajib mengenakan busana khusus sesuai tingkatan mereka dalam kehidupan. Pria remaja mengenakan jas berselempang ulos dari jenis ragi hotang dan sarung ulos dari jenis bintang maratur. Pria yang sudah menikah menggunakan surban yang disebut tali-tali berwarna putih menandakan kesucian.

Pemimpin umat menggunakan tali-tali berwarna hitam yang menandakan kepemimpinan dan tanggung jawab. Perempuan diwajibkan mengenakan sarung berbentuk ulos jenis runjat, kebaya, serta selendang (hande-hande) dengan variasi corak, seperti sadum, bintang maratur, dan mangiring. Sementara tatanan rambut memakai gaya sanggul toba, yakni menggelung rambut ke bagian dalam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

Travel Update
Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Travel Update
Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Jalan Jalan
Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Travel Update
7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

Travel Promo
DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.