Bersama Camar Menuju Pulau Liwungan

Kompas.com - 16/03/2015, 13:48 WIB
Rombongan Blogger Visit Tanjung Lesung menuju Pulang Liwungan, Pandeglang, Sabtu (14/2/2015). Kompas.com/Wahyu Adityo ProdjoRombongan Blogger Visit Tanjung Lesung menuju Pulang Liwungan, Pandeglang, Sabtu (14/2/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

AWAN-AWAN bergumpal layaknya kapas-kapas yang bertebaran mengiringi perjalanan rombongan rekan-rekan Blogger Visit Tanjung Lesung. Biru langit terkadang hanya menampakkan sedikit warnanya. Pagi di hari terakhir kunjungan, Sabtu (14/3/2015), KompasTravel, para jurnalis media lain, travel blogger, instagramer, dan manajemen PT Banten West Jawa akan beranjak ke Pulau Liwungan.

Makanan olahan hasil laut berhasil menjejali perut. Tak hanya, perut yang kenyang, mata pun juga. Tempat kami bersantap ria langsung menghadap ke Samudera Hindia. Nyiur melambai-lambai serasa mengajak terbuai dalam alunan angin menuju laut. Biru air kolam renang tak mau kalah untuk menyihir belasan pasang bola mata. Namun, bus pariwasata tumpangan kami telah menderu-deru siap meninggalkan lapangan parkir penginapan.

Sawah-sawah menguning menghampar di sisi kiri jalan. Kadang terselip pohon kelapa tumbuh di tengah-tengah. Sementara bus mulai perlahan keluar dari labirin pepohonan hijau rindang. Riuh tawa lepas menghiasi suasana perjalanan. Semua tak sabar menuju pulau yang berjarak sekitar tiga kilometer dari daratan ini. Setelah bus meliuk-liuk dan kadang juga mengguncang-guncang isinya, kami tiba di titik penyeberangan.

“Ini berapa menit nyeberang ke pulau, Pak?" tanya Vira, travel blogger asal tanah Minang kepada salah satu nelayan.

“Sekitar 45 menit, Mbak,” jawab salah satu nelayan sambil membereskan tali-tali kapal.

Rombongan mulai naik ke dua kapal yang telah dipesan untuk mengantarkan kami ke seberang pulau. Air asin mulai membasahi kaki tatkala mulai meniti tangga naik ke kapal bermesin diesel ini.

Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Rombongan Blogger Visit Tanjung Lesung memberi makan burung camar di tengah perjalanan menuju Pulau Liwungan, Sabtu (14/3/2015).

Sang nakhoda kapal mulai menginstruksikan anak buah kapal untuk menaikkan jangkar. Semua penumpang telah mengambil posisi terbaik untuk membidik obyek-obyek lewat lensa kamera. Menurut Alya Shafirah, pihak manajemen PT Banten West Java, di sekitar keramba ikan akan ada burung camar yang terbang rendah untuk mencari makan. Sebuah ember yang berisi ikan-ikan laut berada di sudut kapal menunggu para penumpang untuk melemparkan ke laut.

“Itu.. itu.. burung camarnya,” kata salah satu nelayan sambil menunjuk keramba. Kontan semua penumpang mulai berdiri dan menekan tombol rana kamera ke arah burung-burung camar. Sambil terbang melayang-layang rendah, burung itu bersiap menukik untuk menyambar ikan. Hampir 100 ekor burung terbang mengelilingi kapal yang kami tumpangi. Menurut sang nelayan, waktu terbaik untuk melihat burung camar adalah mulai pukul 06.00 WIB.

Bagi para nelayan, burung camar adalah teman ketika melaut. Kepakan sayapnya selalu menyambut kapal yang akan merapat ataupun mengarungi laut. Sang camar hidup berkelompok dan bertengger di atas keramba ikan. Setia menunggu sang manusia laut datang kala pagi hari. Terkadang, para nelayan iba pada sang camar. Ikan-ikan kecil kerap dilempar untuk sekadar untuk sarapan pagi ketika sang nelayan ingin pulang.

Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Keramba ikan di tengah laut milik para nelayan di Kecamatan Panimbang, Sabtu (14/3/2015).

Keramba-keramba bambu mulai menghilang dari pandangan. Pelan-pelan kapal kayu merangsek memecah ombak. Menengok ke belakang, garis Pantai Tanjung Lesung dan perbukitan menyapa dari kejauhan. Baling-baling mesin berputar kencang mendorong laju kapal. Sang nakhoda dengan tenang mengendalikan kemudi kapal agar tetap pada jalur. Sementara kapal yang lain, terengah-engah mengejar kapal yang saya naiki. Hampir 30 menit kami berada di tengah laut. Aroma asin selalu menyelinap masuk lewat lubang hidung.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X