Kompas.com - 16/03/2015, 15:53 WIB
Air Terjun Segenter di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, hanya bisa didatangi setelah wisatawan menembus medan yang cukup berat karena keterbatasan infrastruktur. Air terjun tersebut menawarkan pesona bagi siapa saja dengan suasana yang masih asri dan belum terusik siapa pun. Foto diambil Kamis (26/2/2015). KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOAir Terjun Segenter di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, hanya bisa didatangi setelah wisatawan menembus medan yang cukup berat karena keterbatasan infrastruktur. Air terjun tersebut menawarkan pesona bagi siapa saja dengan suasana yang masih asri dan belum terusik siapa pun. Foto diambil Kamis (26/2/2015).
EditorI Made Asdhiana

Perjalanan panjang itu akhirnya terbayar lunas begitu tiba di dasar tangga. Lembah yang hijau dengan pepohonan serta aliran air yang jernih dan bening mengucur di sela bebatuan. Air terjun dengan suaranya yang terdengar bergemuruh sejak menuruni anak tangga akhirnya bisa dilihat dengan mata kepala sendiri.

Tinggi air terjun tersebut tidak sampai 30 meter, di depannya terdapat sepetak tanah yang bisa diinjak dan dimanfaatkan untuk mengabadikan pengalaman tersebut melalui bidikan kamera. Air yang dingin nan menyegarkan segera menghilangkan letih dan pegal sepanjang perjalanan.

Keadaan di air terjun masih asri, tidak terlihat penjual ataupun papan pemberitahuan di sekitarnya. Itu bisa menjadi hal yang positif ataupun negatif karena wisatawan tidak bisa mendapatkan informasi lebih mengenai air terjun ini, seperti daerah hulunya, mengalir ke mana sungai ini, dan spesies endemik yang ada di sana.

Uspala mengatakan, saat ini obyek tersebut bisa didatangi tanpa harus membayar retribusi, setidaknya sampai rencana pemerintah untuk menyusun peraturan mengenai retribusi rampung.

Kendala lain yang dihadapi wisatawan adalah mereka tidak bisa datang sendiri ke tempat ini, tetapi harus menyewa mobil, baik dari hotel, bandara, maupun biro wisata yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat atau Mataram. Paket untuk berkeliling ke beberapa tempat wisata di Lombok bisa menghabiskan dana setidaknya Rp 1,5 juta per orang.

Setiap akhir pekan, setidaknya ada 50 wisatawan yang mendatangi tempat ini.

Tantangan

Bupati Lombok Barat Zainy Aroni mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berjuang untuk mendorong pemasukan daerah dari pariwisata. Pada 2014 terdapat perputaran uang sebesar Rp 428 miliar dari 347.000 wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Dibandingkan dengan uang yang dikirimkan warga Lombok Barat yang bekerja di luar negeri, terdapat perputaran uang sebesar Rp 247 miliar dari 5.800 orang.

”Rata-rata tinggal wisatawan di Indonesia adalah 2,8 hari, masih kalah dengan Bali. Bila kami bisa mendongkrak lama kunjungan menjadi empat hari, saya optimistis bisa mendatangkan uang sebesar Rp 500 miliar,” tutur Zainy.

Masalah yang dihadapi dunia pariwisata Nusa Tenggara Barat adalah konektivitas, seperti dilontarkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal. Bandara Internasional Lombok saat ini baru menerima penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura.

Mereka mengincar 700.000-800.000 wisatawan dari Australia yang setiap hari mengunjungi Bali untuk mampir ke NTB.

Semoga saja mereka bisa datang ke Air Terjun Segenter untuk meninggalkan kenangan indah. (DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X